Rabu, 17 Jun 2026 03:50 WIB

Blangko E-KTP di Tulungagung Kosong Sejak April

Blangko E-KTP di Tulungagung kosong
Blangko E-KTP di Tulungagung kosong

jatimnow.com - Blangko E-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tulungagung kosong sejak beberapa bulan terakhir ini. Untuk sementara masyarakat hanya diberikan surat keterangan, yang bisa digunakan hingga enam bulan.

Kepala Dispendukcapil Tulungagung, Justi Taufik menjelaskan ketersediaan blangko E-KTP ini habis setelah pelaksanaan Pemilu serentak bulan April lalu.

Baca Juga: Antisipasi Potensi Kerusuhan, Pemkab Tulungagung Gelar Rapat Koordinasi

Jika sebelumnya mendapatkan stok hingga 10 ribu blangko per bulan, kini mereka hanya mendapatkan 500 keping blangko per minggunya.

"Padahal permintaan E-KTP setiap hari mencapai 600 pemohon," ujarnya, Rabu (7/8/2019).

Dari data, jumlah penduduk di Kabupaten Tulungagung tercatat mencapai 1.110.921 jiwa. Dari jumlah tersebut yang wajib memiliki E KTP sebanyak 854.046 jiwa.

Sedangkan yang sudah merekam data untuk E -KTP sebanyak 906.847 jiwa. Jumlah mereka yang melakukan perekaman data ini lebih banyak dibanding wajib E KTP. Hal ini dikarenakan mereka yang masih berusia 16 tahun sudah dilakukan perekaman.

Baca Juga: Ribuan Siswa Tulungagung Mulai Terima Makan Bergizi Gratis

"Saat berusia 17 tahun dan wajib E KTP mereka tidak perlu melakukan perekaman lagi dan tinggal mengambil E KTP," jelasnya.

Untuk menyiasati keterbatasan blangko ini, pihak dinas lebih memprioritaskan mereka yang mengurus E KTP baru. Sedangkan bagi masyarakat yang mengurus penggantian E-KTP akan ditangguhkan sementara dan diganti dengan surat keterangan yang berlaku selama enam bulan.

"Kita perkirakan ketersediaan blangko E KTP akan kembali normal dalam beberapa bulan kedepan," pungkasnya.

Baca Juga: Pasukan Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya Tiba di Kabupaten Tulungagung, Ini Harapan Pj Bupati

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.