Sabtu, 20 Jun 2026 18:44 WIB

Warga Ponorogo Resah, Air Sungai Mungkungan Berubah Jadi Hitam dan Bau

Sungai Mungkungan Ponorogo yang berubah warna dan berbau
Sungai Mungkungan Ponorogo yang berubah warna dan berbau

jatimnow.com - Warga Desa Tajuk, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo resah melihat air Sungai Mungkungan warnanya menjadi hitam pekat sejak 6 bulan lalu.

"Semula warnanya jernih dan bulan Februari warna mulai berubah. Lama-lama jadi hitam pekat," kata Agus Wirawan salah satu warga desa, Senin (5/8/2019).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Selain warna yang berubah, air Sungai Mungkungan juga mengeluarkan bau yang menyengat. Menurutnya, air sungai ini digunakan untuk mengaliri sawah di sekitar Desa Tajuk. Jika tetap dibiarkan, dirinya mengkhawatirkan hasil padi akan menurun.

"Ini airnya buat mengaliri sawah juga. Jadi agak khawatir juga. Khawatir kalau hasil panen tidak sesuai dengan sebelumnya," ujarnya.

Ia menduga jika berubahnya warna dan bau di sungai ini karena pembuangan limbah pabrik tepung tapioka. Menurutnya, warga telah melakukan protes.

"Protes ini masih sampai desa. Belum ada keputusan dan penjelasan dari pihak pabrik kepada kami," jelasnya.

Kepala Desa Tajuk, Jemiyo mengatakan sudah membawa keresahan warga ke pabrik tepung tapioka. Menurutnya, memang air sungai berubah warna menjadi hitam pekat karena ada limbah pabrik PT Tapioka. Pasalnya ada instalasi yang bocor.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Namun, dirinya mengklaim sudah ada kesepakatan dari pihak terkait menyelesaikan masalah itu.

"Sudah kok sudah ada penyelesaian," tegas Jemiyo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH), Sapto Djatmiko mengatakan pihaknya telah mengetahui permasalahan tersebut. Ia berjanji akan datang ke lokasi untuk melihat kondisi sungai Mungkungan.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Nanti kami tindak lanjuti," katanya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.