Rabu, 17 Jun 2026 12:45 WIB

Surabaya Marathon 2019

RSU dr Soetomo Sayangkan Panitia Tak Verifikasi Kesehatan Peserta

Pelaksanaan Surabaya Marathon 2019
Pelaksanaan Surabaya Marathon 2019

jatimnow.com - Pelaksanaan Surabaya Marathon 2019 yang mengakibatkan dua peserta meninggal dari kategori 10 K disesalkan oleh Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo.

Kepala Humas RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Pesta Parulian menilai panitia dalam acara tersebut tidak detail melakukan pengecekan kondisi kesehatan para peserta.

Baca Juga: Ribuan Peserta Meriahkan Playon Gayeng di Tulungagung

Apakah layak mengikuti lari dalam kategori yang diikutinya.

Baca juga: 

"Kami tentunya menyayangkan, ini acara kan besar dengan beban fisik yang juga besar. Mestinya panitia penyelenggara membuat satu sistem tentang kelayakan peserta," katanya, Minggu (4/8).

Menurutnya, kelayakan peserta untuk ikut berlari ada di panitia yang memiliki wewenang untuk menentukan kategori jarak apa yang dianjurkan oleh peserta itu sendiri. Bukannya memilih secara pribadi.

"Kelayakan itu untuk ikut atau mungkin pembagian kategori. Misalnya ini di di kategori ini (5 Kilometer) ini di kategori (10 Kilometer)," jelasnya.

Sejauh ini panitia hanya memasang pemberitahuan persyaratan wajib melampirkan pemeriksaan kesehatan. Namun hal itu ternyata tidak diiringi dengan verifikasi kondisi peserta sebenarnya di hari pelaksanaan.

"Kalau kita lihat di peraturan yang disebar di media siber kan ada peraturannya untuk wajib memeriksakan kesehatan. Tapi tidak diverifikasi apa memang kondisinya ini layak," ujarnya.

Baca Juga: Ribuan Pelari Ramaikan Wonorejo Run Challenge 2025 Tulungagung

Selain itu panitia juga tidak melibatkan rumah sakit secara aktif dalam kepanitiaan. Sehingga pihaknya pun kesulitan untuk memonitor kondisi para pelari.

"Secara resmi koordinasi dalam bentuk kepanitiaan ya tidak ada. Panitia hanya meminjam ambulans dan minta disiapkan ambulans di acara tersebut. Kita sudah memenuhi. Tetapi kordinasi sebagai tim kita tidak ada," kata dia.

Pihak rumah sakit pun belum bisa memastikan apa penyebab pasti meninggalnya dua pelari. Karena dari pihak keluarga pun juga menolak untuk dilakukan otopsi atau visum.

"Dengan usia sedemikian dan berat badan sedemikian, dan tidak adanya tahapan-tahapan verifikasi seorang itu (layak) ikut di nomor (jarak lari) mana, ini semakin membuat kita sulit menentukan kira-kira orang ini kenapa," jlentrehnya.

Baca Juga: Madiun Running Fest 2025 Siap Digelar, Pendaftaran Dibuka 24 April

Ia berharap di gelaran selanjutnya, panitia bisa melakukan evaluasi dengan melibatkan RSU dr Soetomo, agar hal serupa bisa lebih mudah diantisipasi.

"Kami sudah punya sistem penanggulangan darurat terpadu. Tentunya dengan acara sebesar ini, maunya kita ini dilibatkan lah. Sehingga semuanya bisa terantisipasi," tutupnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.