Kamis, 18 Jun 2026 03:59 WIB

2 Peserta Surabaya Marathon Meninggal, Pemkot Ucapkan Bela Sungkawa

Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser
Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga atas meninggalnya dua orang pelari yang mengikuti kegiatan Surabaya Marathon 2019.

Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser menyampaikan kedua orang peserta Surabaya Marathon yang meninggal tersebut diketahui dari kategori lari 10 kilometer dengan nomor peserta 5755 dan 5721.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Baca juga: 

"Kami dari Pemkot Surabaya turut belasungkawa atas meninggalnya dua pelari yang ikut dalam Surabaya Marathon ini," katanya, Minggu, (4/8/2019).

Dari informasi awal yang diterima, kedua pelari itu sebelum tiba di garis finish sempat mengalami pingsan dan mendapat pertolongan dari tim medis.

Bahkan, kedua pelari itu juga sempat dilarikan ke IGD RSU dr Soetomo Surabaya agar mendapat penanganan lebih lanjut namun nyawanya tidak tertolong.

"BPB dan Linmas langsung ke lokasi IGD RSU dr Soetomo untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan panitia dan menghubungi pihak keluarga," ujarnya.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan alasan meninggalnya kedua peserta itu secara medis. Akan tetapi, Pemkot Surabaya memastikan telah memberikan perhatian khusus untuk bagaimana membackup panitia agar kedua jenazah itu bisa kembali ke keluarga.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Kami berkolaborasi dengan panitia dan menghubungi pihak keluarga serta koordinasi untuk bagaimana jenazah cepat kembali ke pihak keluarga," jelasnya.

Sebelumnya pihaknya telah membackup kegiatan ini dengan menyiapkan semua kebutuhan, seperti petugas medis ataupun ambulans di titik-titik lokasi istirahat.

"Di setiap spot-spot itu kami sudah siapkan petugas medis dan ambulans," jelasnya.

Kendati demikian, untuk seluruh biaya administrasi yang ditimbulkan atas kejadian ini, nantinya akan ditanggung oleh panitia.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tentunya untuk ke depan, panitia akan kembali melakukan evaluasi-evaluasi, terutama terkait kesiapan para pelari sebelum mengikuti event tahunan ini.

"Panitia akan melakukan evaluasi-evaluasi, terutama bagi (kesehatan) para pelari. Tapi memang selama ini verifikasi sudah dilakukan, sebelum mendapatkan nomor peserta," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.