Kamis, 18 Jun 2026 10:11 WIB

Bupati Trenggalek dan Istri Berbusana Jawa di Pawai Etnik Carnival

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Novita Hardini, istri di Pawai Etnik Carnival
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Novita Hardini, istri di Pawai Etnik Carnival

jatimnow.com - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin bersama Novita Hardini, sang istri, mengikuti gelaran Pawai Etnik Carnival, Sabtu (3/8/2019). Mas Ipin dan istri bergantian menggendong sang buah hati dan berjalan sejauh 5 kilometer.

Dengan busana adat jawa, Mas Ipin dan istrinya menyapa seluruh warga yang saat itu menyaksikan pawai dari pinggir jalan. Pawai Etnik Carnival ini digelar untuk menyambut Hari Jadi ke 825 Kabupaten Trenggalek.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Kehadiran mereka di tengah pawai menyita perhatian publik. Banyak warga yang mengabadikan momentum tersebut, bahkan meminta berfoto bersama pasangan milenial itu.

Bupati Mas Ipin dan istri ikut jalan kaki di Pawai Etnik CarnivalBupati Mas Ipin dan istri ikut jalan kaki di Pawai Etnik Carnival

Mas Ipin mengatakan, selain untuk memeriahkan Pawai Etnik Carnival, keikutsertaannya itu merupakan ajakan kepada generasi milenial untuk tidak malu mengenakan pakaian adat jawa. Maraknya budaya pop culture membuat generasi milenial meniru budaya asing dan meninggalkan budaya asal.

"Maksud saya, biar anak-anak milenial itu nggak ngerasa bahwa adat jawa itu ribet. Jowo itu artinya mowo coro (Jawa itu artinya banyak cara). Jadi ada cara untuk kita berpenampilan, berkepribadian bangsa tanpa harus ribet," ujar Mas Ipin.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Nuansa budaya Indonesia sangat kental dalam Pawai Etnik Carnival ini. Selain menampilkan ragam budaya dan adat jawa, sejumlah peserta juga tampil dengan pakaian adat dari suku lain di Indonesia. Melalui pawai ini, mereka ingin menampilkan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia.

Pasangan milenial ini bergantian menggendong buah hatinya di Pawai Etnik CarnivalPasangan milenial ini bergantian menggendong buah hatinya di Pawai Etnik Carnival

"Budaya boleh berbera, tapi kita tetap satu Indonesia," ungkapnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Selain mengajak untuk mencintai budaya asal, melalui Pawai Etnik Carnival ini, Mas Ipin juga mengajak masyarakat untuk bersatu dan bersama membangun bangsa. Jargon Trenggalek Meroket yang di gaungkan Mas Ipin, diharap mampu membawa perubahan. Melalui jargon itu, masyarakat dan pemkab akan bersinergi bersama.

"Yang jelas harus bersatu untuk membangun bersama," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.