Selasa, 16 Jun 2026 20:39 WIB

Ikut Kampanye Salah Satu Cagub, Guru SD di Ponorogo Terancam Sanksi

Foto Dewi Nuraini bersama kelompok senam aerobiknya.
Foto Dewi Nuraini bersama kelompok senam aerobiknya.

jatimnow.com - Dewi Nurani, guru di salah satu sekolah dasar negeri di Ponorogo terancam sanksi. Guru yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) itu, terbukti mengikuti kampanye salah satu calon gubernur (Cagub) Jawa Timur.

"Putusan sanksi tegas yang diberikan nanti apa itu tergantung dari instansi di atasnya. Tapi akan tetap kami kawal, kata Koordinator Divisi Penegakan dan Hubungan antar Lembaga (PHL) Juwaini, Rabu (18/4/2018).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Juwaini mengungkapkan pada hari Sabtu (14/4/2018) lalu, pihaknya bersama Polres dan Kejaksaan yang tergabung dalam Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pemilu telah menggelar rapat untuk membahas kasus ini.

Hasilnya, disepakati bahwa oknum ASN yang bersangkutan telah terbukti melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53/2010 tentang Disiplin PNS.

"Surat rekomendasinya sudah kami kirim ke Dinas Pendidikan (Dispendik) dan juga Sekretaris Daerah (Sekda) selaku pembina ASN," jelasnya.

Kasus itu bermula ketika muncul desas-desus di masyarakat mengenai adanya salah seorang ASN yang diduga tidak netral.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Itu diketahui dari unggahan foto yang menunjukkan bahwa Dewi Nurani bersama teman-temannya berpose bersama dengan mengenakan kaus paslon nomor urut 2 dalam Pilgub Jatim 2018.

"Jadi langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan," terangnya.

Kepada pihak Panwascam Bungkal Dewi mengaku saat itu dirinya tidak tahu kalau telah melanggar aturan netralitas ASN.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Pengakuannya saat itu dirinya sedang diajak latihan senam oleh teman-temannya karena akan mengikuti lomba. Kebetulan yang bersangkutan selama ini juga aktif dalam kegiatan senam aerobik. Dia juga mengaku diminta mengenakan kaus bergambar Gus Ipul dan Mbak Puti.

Usai latihan, dia mengaku melakukan foto bersama tapi tidak tahu kalau itu diunggah ke media sosial (medsos).

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.