Sabtu, 20 Jun 2026 01:50 WIB

Pawai Etnik Carnival, dari Trenggalek untuk Indonesia

Pawai Etnik Carnival digelar di Trenggalek
Pawai Etnik Carnival digelar di Trenggalek

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek menggelar Pawai Etnik Carnival, Kamis (1/8/2019). Gelaran ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke 825, Kabupaten Trenggalek.

Event ini diikuti ratusan pelajar dari tingkat SD dan SMP dengan tema Trenggalek Meroket. Kalimat Trenggalek Meroket ini merupakan jargon baru yang dikenalkan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin. Jargon itu merupakan akronim dari Maju Ekonomi Rakyatnya, Organisasi Kreatifnya dan Ekosistemnya Terjaga.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Kemeriahan Pawai Etnik Carnival di TrenggalekKemeriahan Pawai Etnik Carnival di Trenggalek

Terkait jargon tersebut, Mas Ipin menuturkan bahwa event kali ini menjadikan kebudayaan lokal sebagai salah satu temanya. Diharapkan kebudayaan lokal tersebut mampu menjadi salah satu daya ungkit perekonomian di wilayah Trenggalek.

"Selain itu, Trenggalek Meroket juga menjadi spirit para ASN dan seluruh masyarakat untuk bersama membangun Trenggalek," ujar Mas Ipin.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Mas Ipin menjelaskan, ekonomi, SDM dan ekosistem tersebut merupakan tiga hal yang saling berkaitan. Pembangunan ekonomi harus diimbangi dengan SDM yang mumpuni. Selain itu, ekosistem yang ada harus dijaga sehingga memberikan keseimbangan.

Salah satu peserta Pawai Etnik Carnival di TrenggalekSalah satu peserta Pawai Etnik Carnival di Trenggalek

"Ini menjadi semangat kita bersama, jadi ekonomi bagus, sumberdaya manusia atau organisasinya bagus dan ekosistemnya terjaga," tuturnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Selain menampilkan ragam kebudayaan lokal, pawai ini juga menampilkan beberapa tradisi di seluruh Indonesia. Melalui pawai ini diharapkan masyarakat akan mengenal lebih luas beragam kebudayaan yang ada di Indonesia serta menanamkan kebanggan pada diri mereka.

"Kita berbeda, tetapi tetap satu dan jadi satu Indonesia," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.