Senin, 22 Jun 2026 16:27 WIB

Anak Korban Prostitusi di Surabaya 'Dicicipi' Mucikari Sebelum Dijual

Timbul (tengah) mucikari prostitusi online yang mempekerjakan anak-anak di bawah umur
Timbul (tengah) mucikari prostitusi online yang mempekerjakan anak-anak di bawah umur

jatimnow.com - Ada fakta mengejutkan dari pemeriksaan Timbul Utomo, mucikari prostitusi online anak di Surabaya, yang ditangkap Unit Jatanras Polrestabes Surabaya. Anak-anak di bawah umur yang dijual untuk melayani nafsu para pria hidung belang, ternyata 'dicicipi' terlebih dahulu oleh Timbul.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menjelaskan, untuk mendapatkan anak-anak di bawah umur, mucikari Timbul menggunakan iming-iming bahwa anak-anak itu akan dipekerjakan di sebuah warung kopi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Tapi oleh pelaku, anak-anak itu dirayu dulu sebelum dibawa ke hotel," sebut Sudamiran, Sabtu (27/7/2019).

Setelah berhasil dirayu, anak-anak itu dibawa ke kamar hotel yang sudah dibooking oleh Timbul. Di kamar hotel itulah, anak-anak yang akan dijual untuk menjadi pekerja seks komersial, 'dicicipi' oleh pria (47), asal Jalan Petemon Barat No. 210, Surabaya tersebut.

Baca juga:  Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Online Anak di Surabaya

Setelah itu, para korban disuruh menunggu di kamar hotel dan tidak diperbolehkan keluar dari hotel. Setelah ada pelanggan yang membooking, Timbul yang sudah menunggu di lobi hotel, kemudian menerima pembayaran dan menunjukkan kamar tempat anak-anak yang dijualnya tersebut.

"Jadi, korban harus melayani beberapa pria dalam satu hari," jelas Sudamiran.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Untuk melancarkan bisnisnya, Timbul yang merupakan mantan mucikari Lokalisasi Dolly itu membooking dua kamar hotel selama beberapa hari. Satu kamar untuk tempat istirahat korban, satu kamar lagi untuk melayani pelanggan.

"Praktiknya berpindah-pindah dari satu hotel ke hotel lainnya," bebernya.

Praktik Timbul itu dibongkar Unit Jatanras dipimpin Iptu Giadi Nugraha Iptu dan Tio Tondy pada 17 Juli 2019 lalu. Tim ini menggerebek Timbul di salah satu hotel di Surabaya pusat setelah mendapat informasi Timbul tengah melakukan transaksi dengan pelanggan.

Dalam penggerebekan itu, dua anak di bawah umur yang menjadi korban perdagangan berhasil diselamatkan. Dua anak perempuan itu masing-masing berumur 15 dan 16 tahun, keduanya asal Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Kedua korban dibandrol masing-masing Rp 800 ribu oleh Timbul. Dari tarif itu, Timbul mengambil keuntungan mulai dari Rp 300-400 ribu sekali kencan. Bahkan saat digerebek, dua anak itu diminta Timbul untuk melakukan pelayanan Threesome terhadap salah satu pria pelanggan.

Dalam praktiknya, Timbul membuat Akun Facebook palsu dengan nama dan foto seorang cewek. Melalui akun itulah ia menggaet pelanggan.

"Kami masih dalami dan kembangkan kasus ini. Karena kami yakin, mucikari ini sudah memperdagangkan banyak anak," tandas Sudamiran.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.