Minggu, 14 Jun 2026 15:17 WIB

Teror Kera Liar di Kampung Kota Probolinggo, ini Tanggapan BKSDA

Pertemuan warga dengan BKSDA
Pertemuan warga dengan BKSDA

jatimnow.com - Teror kera liar di Kota Probolinggo semakin meluas. Setelah sebelumnya kera liar tersebut ada di perumahan KTI Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, kini binatang tersebut memasuki perumahan Arum Permai.

Kepala Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Probolinggo, Sudartono mengatakan pihaknya telah mendapat laporan warga soal adanya kera liar di dua perumahan.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Baca juga: Kampung di Kota Probolinggo ini Diteror Kera Liar

"Kami siap membantu warga untuk menangkapnya jika kera itu kembali muncul," katanya, Kamis (25/7/2019).

Upaya pencarian dan penangkapan hewan liar itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak dinas terkait Pemkot Probolinggo.

"Rencana hari ini tim penangkapan akan menyusuri wilayah yang kerap didatangi kera liar itu," ujarnya.

Ia menilai kera yang berkeliaran di pemukiman warga, dimungkinkan bukan binatang liar yang hidup di hutan. Namun kera itu merupakan kera peliharaan warga, sebab berani masuk ke pemukiman padat penduduk.

"Karena kera itu sudah lepas, mungkin kera itu kekurangan makan atau haus. Jadi binatang ini mendatangi rumah-rumah warga," ujarnya.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

Zulfikar Imawan, salah satu warga perumahan Arum Permai mengatakan kera yang terlihat bertubuh besar dan berekor pendek serta ganas.

"Saat warga mau menangkapnya dengan diberikan pisang, kera tersebut malah mencoba menyerang kami," katanya.

Ia berharap agar kera liar tersebut dapat ditangkap oleh BKSDA agar warga dapat kembali tenang.

"Kami inginkan kera liar ini ditangkap dalam kondisi hidup," tukasnya.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

 

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.