Rabu, 17 Jun 2026 06:25 WIB

Mahasiswa di Surabaya ini Ciptakan Yoghurt untuk Penderita Diabetes

Indrawaty Paramitha Halim menunjukkan produk Yoghurt Okra buatannya.
Indrawaty Paramitha Halim menunjukkan produk Yoghurt Okra buatannya.

jatimnow.com - Mahasiswi Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya) menciptakan yoghurt dari buah okra yang ampuh untuk menurunkan kadar gula darah sekaligus melancarkan pencernaan.

Pencipta yoghurt, Indrawaty Paramitha Halim mengatakan, penyakit diabetes tidak hanya diderita oleh orang dewasa, namun dapat muncul pada usia anak-anak maupun remaja. Mengetahui kondisi ini, ia berkreasi mengolah Okra menjadi Yoghurt yang disarankan baik untuk dikonsumsi bagi semua kalangan usia khususnya penderita diabetes.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

"Saya berkreasi membuat Yoghurt Okra 'Yokra' untuk memberikan manfaat keduanya, yaitu untuk kesehatan sistem pencernaan sekaligus menurunkan kadar gula dalam darah. Disamping itu, buah okra memiliki serat serta antioksidan yang tinggi," kata Indrawaty, Kamis (25/7/2019).

Mahasiswa berusia 21 tahun ini mengatakan, buah okra belum dikenal luas oleh masyarakat sehingga tidak banyak yang belum mengetahui manfaatnya bagi kesehatan tubuh. padahal di dalam buah okra terdapat serat sebesar 1,7% yang sangat baik untuk menurunkan gula darah bagi penderita diabetes yang bisa diolah menjadi minuman probiotik untuk kesehatan lambung dan mencegah kanker pada sistem saluran pencernaan.

"Gula pasir tebu saya ganti menggunakan coconut palm sugar yang memiliki kandungan glikemik jauh lebih rendah yaitu 35 yang termasuk dalam kategori rendah (>55) dari pada gula pasir tebu yaitu 64. Sehingga mendukung manfaat yoghurt sebagai produk yang dapat menurunkan kadar gula darah serta disarankan dikonsumsi bagi penderita diabetes," kata gadis asal Makassar ini.

Produk ini merupakan skripsi milik Indrawaty yang berjudul ‘Pembuatan Yoghurt Okra (Abelmoschus Esculentus) dengan Penambahan Gula Merah Kelapa’. Proses pengerjaan skripsi ini membutuhkan waktu selama tiga bulan mulai dari pengumpulan riset, proses produksi, hingga hasil uji organoleptik terhadap 25 orang terkait warna dan rasa produk.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Proses pembuatan Yoghurt Okra memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat hari. Yoghurt Okra menggunakan dua kultur bakteri yaitu Lactobacillus Acidophilus dan Streptoccocus Thermophilus. Awalnya bakteri ditanam pada media pertumbuhan bakteri, kemudian diinkubasi selama 24 jam. Selanjutnya kultur cair bakteri dipindahkan ke media starter untuk diinkubasi kembali selama 24 jam," paparnya.

Disamping itu, hasil air rendaman buah Okra (maserasi) selama 24 jam dipanaskan untuk melarutkan coconut palm sugar. Langkah berikutnya adalah menurunkan suhu hingga 70 derajat celcius untuk melarutkan susu skimnya.

Setelah larut, suhu diturunkan lagi hingga 45 derajat celcius untuk memasukkan kultur starter (bakteri) lalu diinkubasi kembali selama 24 jam untuk menghasilkan Yoghurt Okra. Bakteri akan mati jika suhu terlalu tinggi dan tidak tumbuh secara optimal jika suhu terlalu rendah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Produk yoghurt okra dalam satu botol berisi 200 ml ini mampu bertahan selama satu minggu dalam lemari pendingin," katanya.

Dosen Pembimbing Tugas Akhir sekaligus Kepala Laboran Purifikasi dan Biologi Molekuler Ubaya, Ruth Chrisnasari berharap, mahasiswa lain juga mampu membuat inovasi yang berguna bagi masyarakat.

"Saya berharap banyak mahasiswa Fakultas Teknobiologi Ubaya bisa terus berkreasi memberikan solusi atau manfaat bagi kesehatan di masyarakat. Harapannya nanti, produk Yoghurt Okra milik Indrawaty bisa diproduksi skala massal dan dinikmati oleh masyarakat luas," katanya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.