Selasa, 16 Jun 2026 07:49 WIB

Petaka di Rumah Kontrakan Kota Batu, Empat Bocah Tewas Terkepung Api

Garis polisi terpasang di luar rumah kontrakan yang terbakar di Kota Batu
Garis polisi terpasang di luar rumah kontrakan yang terbakar di Kota Batu

jatimnow.com - Tidak ada yang menyangka, pemadaman listrik yang melanda Dusun Jeding, Desa/Kecamatan Junrejo, Kota Batu dan sekitarnya, menjadi awal petaka bagi empat bocah, anak dari pasangan suami istri Abdullah dan Lina, yang tinggal di salah satu rumah kontrakan dusun tersebut.

Listrik mulai padam sekitar pukul 18.30 Wib, Selasa (23/7/2019). Seperti warga yang lain, keluarga Abdullah yang berjumlah 8 orang (Abdullah, istri dan 6 orang anaknya), menggunakan penerangan seadanya. Disebut, Abdullah menyalakan lilin.

Baca Juga: Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Api Muncul dari Area Lemari Es Apotek

Abdullah dan Lina tidur bersama dua anaknya, di dalam satu di kamar. Sedangkan keempat anaknya yang lain, tidur dalam satu kamar lainnya. Empat anaknya itu bernama Rahma (10), Na'illah (9), Anisa (7) dan Naufal (6).

Baca juga: 

"Keduanya orang baru, sama-sama dari Jawa Tengah. Yang Pak Abdullah kelahiran Brebes, sementara istrinya Bu Lina dari Solo. Baru dua tahun ngontrak di sini dan memang ramah mereka," ungkap tetangga Abdullah, Hamidah, Rabu dinihari (24/7/2019).

Hamidah juga menyebut bila kedua orangtua dari 6 anak tersebut kerap kali mendidik anak-anaknya dengan disiplin dan mandiri.

"Makanya mereka berempat itu tidur sendiri dan diajarkan mandiri. Keempatnya memang sering tidur sendiri meski masih kecil-kecil. Sudah diajarkan disiplin juga jadi jam 9 malam sudah tidur semuanya," kisah Hamidah.

Evakuasi jasad empat bocah yang tewas dalam kebakaran rumah kontrakan di Kota BatuEvakuasi jasad empat bocah yang tewas dalam kebakaran rumah kontrakan di Kota Batu

Cerita Hamidah itu terungkap, setelah 4 anak Abdullah (Rahma, Na'illah, Anisa dan Naufal), dievakuasi dalam keadaaan meninggal dunia, setelah rumah kontrakan yang mereka tempati terbakar, sekitar pukul 21.30 Wib.

"Tidak menyangka mas, saya kira itu teriakan dari ibu saya, saya lihat ibu saya aman. Ternyata sumber suara dari Bu Lina dan suaminya sambil menggendong anaknya yang kelima dan keenam. Akhirnya anaknya yang kelima yang masih balita itu saya gendong, Pak Abdullah dan Bu Lina saya ajak ke rumah dengan kondisi yang sudah lemas dan tampak bingung dan api sudah tinggi sekali," kisahnya.

Menurut Hamidah, Abdullah selama ini bekerja di salah satu yayasan pendidikan bernama Yayasan Al Husna yang beralamatkan di Perumahan Landungsari, Dau, Kabupaten Malang.

Baca Juga: Rumah di Kediri Terbakar Gegara Obat Nyamuk Saat Pemilik Pergi Mancing

"Tapi kalau kerjanya sebagai apa saya kurang tahu, kalau istrinya Bu Lina itu ibu rumah tangga," pungkasnya.

Sementara, Kepala BPBD Kota Batu Sasmito menduga, api menyala berasal dari lilin yang dinyalakan keluarga itu untuk penerangan, lantaran ada pemadaman listrik.

"Dugaannya karena lilin menyala yang terjatuh di sekitar tempat tidur korban. Karena sebelumnya memang mati lampu di lokasi sana," ungkap Sasmito, Rabu (24/7/2019).

Setelah api berkobar, petugas pemadam yang datang sekitar pukul 22.00 Wib berusaha memadamkan api itu. Dibantu warga, api berangsur padam, hingga Sekitar pukul 23.15 Wib, 4 anak yang terkepung api di dalam satu kamar itu dievakuasi.

"4 anak itu berada di satu ruangan sisi barat. Dugaannya mereka terjebak asap dan tidak bisa menyelamatkan diri, sehingga meninggal dunia," Kapolsek Junrejo, AKP Supriyanto.

Baca Juga: Rumah Warga di Jember Terbakar Jelang Pesta Pernikahan

Evakuasi empat anak berlangsung dramatis. Satu persatu korban dikeluarkan dari dalam kamarnya.

"Jadi yang meninggal dunia terdiri dari 3 anak perempuan dan 1 anak laki-laki," jelas Supriyanto.

Jasad keempat anak itu langsung dibawa ke Kamar Janazah RSUD Saiful Anwar Malang untuk proses visum.

"Penyebab pasti kebakaran masih kami selidiki," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.