Senin, 22 Jun 2026 01:06 WIB

15 Siswa Pakai Surat Domisili 'Palsu' Tetap Sekolah di SMPN 1 Ponorogo

Pertemuan DPRD dan Dindik Ponorogo
Pertemuan DPRD dan Dindik Ponorogo

jatimnow.com - Nasib 15 siswa yang mendaftar di SMPN 1 Ponorogo dengan menggunakan surat domisili 'palsu' akhirnya diperbolehkan untuk tetap bersekolah di sana.

"Karena proses penerimaan sudah berjalan, anak didik bagaimanapun harus diselamatkan," kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Moh Ubahil Islam, Rabu (17/7/2019).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ke 15 siswa yang menggunakan surat domisili 'palsu' tersebut ditemukan dari 52 pendaftar baru di SMPN 1. Pihak kelurahan yang menerbitkan 15 surat itu telah mengakui keteledoran mereka.

"Bukti riilnya sudah ada. Dari 52 siswa yang mendaftar menggunakan surat keterangan domisili, 15 diakui tidak valid oleh lurah yang menerbitkan surat tersebut," ujar politisi PKB tersebut.

Ia menilai kesalahan terbesar ada kepada orang tua yang terkesan memaksakan anaknya mendaftar di SMPN 1 yang dikenal favorit di Ponorogo.

"Kami meminta sekolah untuk menghadirkan kembali wali murid untuk diberi pemahaman terkait aturan PPDB tersebut," tegasnya.

Komisi D juga meminta kepada Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait PPDB tahun ajaran 2019/2020 ini. Diharapkan kesalahan serupa tidak terulang kembali.

"Sistem zonasi juga perlu dievaluasi. Selain itu, juga perlu sosialissasi mengenai aturan PPDB ke banyak instansi terkait. Termasuk lurah yang pada tahun ajaran ini banyak menerbitkan surat keterangan domisili untuk keperluan PPDB," harapnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Plt Kepala Dindik, Endang Retno Wulandari sepakat dengan kesimpulan yang kemarin diambil bersama oleh forum RDP. Yang paling utama, melakukan pembenahan terhadap sistem PPDB kali ini agar tahun depan kesalahan serupa tidak terulang.

Retno juga setuju bahwa perlu sosialisasi yang lebih luas lagi kepada semua lapisan masyarakat.

"Termasuk lurah dan calon wali murid, harus mendapat pemahaman yang baik terkait aturan PPDB," katanya.

Untuk 15 siswa tersebut, Endang mengaku sepakat dengan dewan untuk memperbolehkan mereka melanjutkan sekolah di SMPN 1 Ponorogo demi menjaga psikis mereka.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Kami tetap menjaga psikis si anak. Jangan sampai anak dikorbankan. Anak tidak tahu apa-apa," ujar pejabat yang juga merangkap kepala Disperkim itu.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.