Minggu, 14 Jun 2026 10:51 WIB

12 SD Negeri di Kota Mojokerto Kekurangan Siswa

Suasana belajar mengajar di SDN Jagalan, Kota Mojokerto, salah satu SDN yang kekurangan siswa
Suasana belajar mengajar di SDN Jagalan, Kota Mojokerto, salah satu SDN yang kekurangan siswa

jatimnow.com - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jagalan Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto masih belum memenuhi pagu dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 dengan sistem zonasi sesuai Permendikbud Nomor 51 tahun 2018.

Pagu yang tersedia di SDN Jagalan itu sebanyak 28 siswa. Sedangkan siswa baru tahun ajaran 2019/2020, hanya sebanyak 14.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

Kepala Sekolah SDN Jagalan Taryo Abdul Gofar mengatakan, untuk menambah jumlah siswa, dirinya dan para guru sekolah telah berupaya menarik minat orangtua calon siswa dengan melakukan sosialisasi ke Taman Kanak-kanak (TK) yang berada di sekitar sekolahnya.

"Kami sudah berupaya semaksimal mungkin. Saya mengutamakan akhlak, setiap hari di sini pasti ada kegiatan keagamaan," kata Taryo, Selasa (16/7/2019).

Ia menambahkan, kurangnya peminat daftar di SDN Jagalan disebabkan para orangtua lebih memilih sekolah swasta yang lebih favorit. Namun, dirinya tidak takut bersaing dalam hal pembelajaran kepada para siswanya.

Baca Juga: Klarifikasi Dugaan Praktik Titipan Jabatan, Komisi D DPRD Jember Panggil Dispendik

"Kami tidak takut bersaing, untuk cara belajar di sini, setengahnya hampir sama seperti sekolah MI (Madrasah Ibtidaiyah). Di sini, kegiatan agama Islam tidak pernah kami lupakan mulai pagi hingga jam pelajaran selesai kami sisipkan," jelas Taryo.

Sejak tiga tahun lalu, kekurangan siswa selalu tidak terpenuhi. Padahal setiap kelas di SDN Jagalan hanya memberlakukan pagu sebanyak 28 siswa. Saat ini, siswa kelas 1 di SDN Jagalan hanya 14 siswa, kelas 2 sebanyak 16 dan kelas 3 hanya 25 siswa. Total keseluruhan siswa SDN Jagalan hanya sebanyak 120 siswa.

"Kemarin saat pendaftaran PPDB, dari pagu 28 hanya mendapat 14 siswa. Jika seandainya nanti masih ada yang daftar, pasti kami melaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Mojokerto," tandas Taryo.

Baca Juga: Dear Bapak - Ibu, Dinas Pendidikan Surabaya Buka Posko SPMB 2026 Pekan Ini

Menurut data Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, ada 12 sekolah dasar negeri masih belum memenuhi pagu saat PPDB kemarin. 12 SDN itu adalah SDN Wates II menerima 6 siswa, SDN Miji III menerima 19 siswa, SDN Balongsari V menerima 26 siswa, SDN Jagalan menerima 14 siswa.

Kemudian SDN Prajurit Kulon II menerima 24 siswa, SDN Kranggan II menerima 23 siswa, SDN Balongsari VII menerima 27 siswa, SDN Balongsari X menerima 12 siswa, SDN Pralon I menerima 24 siswa, SDN Mentikan VI menerima 9 siswa, SDN Kauman II menerima 20 siswa serta SDN Kauman I menerima 24 siswa.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.