Sabtu, 20 Jun 2026 06:43 WIB

7 Negara Ikut Festival Topeng dan Folklor Internasional di Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 16 Jul 2019 09:10 WIB
Festival Topeng dan Folklor Internasional (FTFI) 2019
Festival Topeng dan Folklor Internasional (FTFI) 2019

jatimnow.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo akan punya gawe besar selain rentetan event tahunan Grebeg Suro 2019. Hajatan tersebut adalah Festival Topeng dan Folklor Internasional (FTFI) 2019 yang akan digelar 27-30 Juli mendatang.

Sedikitnya ada tujuh negara yang diundang menjadi delegasi tamu sekaligus penyaji di festival tersebut.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Diantaranya, Sooyoung Yaryu (Korsel), Folklore Ensemble Kopaniciar (Slovakia), Arts and Culture Association Timor Furak (Timor Leste), Nurafshon Folk Dance Group (Uzbekistan), Grupo Folk Alianza (Meksiko), Razdolie (Rusia), Fuego Morlaco (Ekuador).

"Total 151 penampil dari 7 negara. Jadwal penampilan mulai 27 Juli," kata Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata (Dispar) Ponorogo Bambang Wibisono, Selasa (16/7/2019)

Rencananya, lanjut Bambang, ketujuh delegasi dijadwalkan tiba di Bumi Reog pada 26 Juli. Keesokan harinya, para delegasi diajak menanam pohon di Taman Hayati. Dan pada sore hari, ketujuh delegasi plus para penampil lokal akan turun ke jalan, tampil dalam parade. Mulai dari Hotel Gajah Mada (Jalan Gajah Mada) hingga Paseban Alun-Alun Ponorogo.

Di pusat kota nantinya akan ada penampilan dari penari 7 negara ini. Direncanakan pula mereka akan kembali tampil pada 28 Juli, di panggung utama di alun-alun.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sejumlah pementasan juga akan digelar sampai 30 Juli mendatang. Di sela itu, kata Bambang, para delegasi juga akan mengisi workshop bersama perajin dan penampil lokal.

Sedangkan dari Indonesia pihak Dispar Ponorogo telah berkomunikasi dengan Pemkab Sampang, Madura, Malang, dan Jogja.

Menurutnya, FTFI punya tujuan untuk menstimulus industri topeng di Bumi Reog. Juga menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kesenian topeng dan folklor. Reog Ponorogo sudah kondang di masyarakat internasional.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Bahkan oleh warga Taiwan, Reog Ponorogo ini disebut sebagai kesenian topeng terbesar di dunia. Kami harapkan, FTFI bisa menjadi stimulus bagi masyarakat untuk terus berkreasi secara positif," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.