Kamis, 18 Jun 2026 05:26 WIB

Bersama LVRI, Gubernur Khofifah Perkuat Nilai Juang ke Kaum Millenial

Gubernur Khofifah saat menemui anggota LVRI
Gubernur Khofifah saat menemui anggota LVRI

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) akan menyiapkan program untuk memperkuat dan menyebarluaskan nilai juang 45 kepada generasi muda terutama kaum millenial.

Langkah ini penting dilakukan sebagai upaya menjaga NKRI dan Pancasila secara utuh menyeluruh.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

"Sebagai generasi penerus, banyak kaum millenial tidak tahu sejarah bagaimana bangsa ini terbentuk. Ditambah menurut hasil survei lembaga seperti UIN Syarif Hidayatullah menyebutkan bahwa kelompok siswa yang tidak setuju Pancasila sebagai dasar negara makin meningkat," ujar Gubernur Khofifah, Sabtu (13/7/2019).

"Hal ini seiring dengan penelitian LIPI yang menunjukkan kristalisasi politik identitas justru di kelompok masyarakat terdidik, baik yang berpendidikan S3, S2 maupun S1," imbuhnya.

Menurutnya, penguatan nilai juang dan ideologi Pancasila ini menjadi masalah dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Dibutuhkan sinergi semua elemen, khususnya LVRI sebagai organisasi para veteran yang nemiliki pengalaman langsung bagaimana berjuang dan berkorban  untuk mempertahankan Indonesia.

Ke depan Pemprov Jatim bersama LVRI akan bergerak ke sekolah-sekolah khususnya SMA dan SMK di Jatim untuk mengajarkan nilai patriotik dan nilai juang 45 kepada para siswa. Pemprov Jatim juga segera membuat MoU dan Perjanjian Kerjasama dengan LVRI terkait hal ini.

"Kelompok millenial memiliki dunia yang berbeda dari baby boomers dan Generasi X, mereka berinteraksi serba digital, cara berkomunikasi dengan mereka pun dengan rumpun bahasa dan cara yang berbeda. Jadi diperlukan program dengan formulasi khusus agar mereka tertarik dan betah mengikutinya sehingga efektif," katanya.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

Mantan Menteri Sosial ini lantas bercerita program napak tilas wisata sejarah yang pernah dilakukan di Kementerian Sosial. Program ini mengajak siswa sekolah baik negeri, swasta maupun sekolah bertaraf internasional di Jakarta untuk berkeliling ke tempat-tempat bersejarah. Mulai Lubang Buaya, TMP Kalibata sampai Museum Satria Mandala.

Dalam program ini, para siswa dikenalkan sejarah perjuangan bangsa. Seperti di TMP Kalibata, para siswa melakukan tabur bunga dan menghormati para pahlawan dengan mendoakannya. Disana mereka juga dapat melihat film dokumenter yang diputar di teater room. Terakhir, di Museum Satria Mandala mereka diminta menyampaikan kesan dan pesan.

"Disitulah mereka bercerita bagaimana mereka senang sekali dan merasa
beruntung diajak napak tilas wisata sejarah ini. Jadi program seperti ini yang harus kita lakukan untuk membuat generasi millenial tertarik belajar sejarah bangsa," jelasnya.

"Kita cari duta milenial untuk bergerak dari sekolah ke sekolah untuk bertutur tentang kepahlawanan, keperintisan, perjuangan dan kepatriotan, imbuh Khofifah.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Optimistis Produktivitas Gula Jatim Terus Meningkat

Senada dengan Gubernur Jatim, Wakil Ketua Umum DPP LVRI, Mayjen TNI
(Purn.) Syaiful Sulun mengakui saat ini banyak generasi muda yang tidak mengenal sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Ditambah saat ini banyak berkembang paham radikalisme yang berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Khusus untuk Provinsi Jatim terutama Kota Surabaya program ini sudah berjalan baik. Kami ingin ke depan program ini juga berjalan di kab/kota yang lain," harapnya.

Dirinya berharap upaya penguatan nilai juang ini tidak pernah berhenti. Ia pun berharap Jatim mampu menjadi daerah percontohan dalam upaya penguatan nilai-nilai ini.

"Terimakasih atas perhatian dari Ibu Gubernur terutama Pemprov Jatim dalam upaya penguatan nilai ideologi Pancasila agar tetap terpelihara dengan baik," imbuhnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.