Minggu, 21 Jun 2026 14:04 WIB

Nasib 15 Siswa Gunakan Surat Domisili 'Palsu' di Ponorogo Menggantung

PPDB di SMP 1 Ponorogo/ foto dokumen
PPDB di SMP 1 Ponorogo/ foto dokumen

jatimnow.com – Nasib 15 calon siswa baru di SMPN 1 Ponorogo yang menggunakan surat domisili asli tapi palsu (aspal) kini terkatung-katung.

Padahal, jadwal masuk sekolah hari pertama SMP di Ponorogo, Senin (15/7/2019) depan setelah libur semester.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kabid SMP Ponorogo, Rudy Hartono mengatakan di SMPN 1 Ponorogo tercatat ada 56 siswa yang mendaftar dengan menggunakan surat domisili. Kemudian 4 siswa mundur karena ketahuan menggunakan surat domisili palsu. Keempatnya siswa asal Pacitan, Kota Madiun dan Kecamatan Mlarak.

"Pihak sekolah mengundang 56 wali murid dan membeberkan apa yang sedang terjadi ke calon wali siswa. Akhirnya 4 siswa mengundurkan diri," katanya, Rabu (10/7/2019).

Dan kini tersisa 52 siswa baru di SMPN 1 Ponorogo. Dari puluhan siswa tersebut, setelah dilakukan RDP dengan lurah ada 15 siswa yang tidak berdomisili di sekitar SMPN 1 Ponorogo.

"15 siswa nasibnya masih menggantung. Belum ada kesimpulan apapun dari dewan maupun sekolah," ujarnya.

Mantan Kabid Paud dan TK Dindik Ponorogo ini melanjutkan jika ke 15 calon siswa benar-benar tidak memenuhi syarat, maka keputusan terberat yaitu tidak menerimanya di SMPN 1 Ponorogo.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Mau tidak mau. Dan bagi kami tidak ada masalah," tegasnya.

Kasus ini diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi orang tua untuk tidak memaksakan anaknya masuk ke SMP favorit. Menurutnya semua sekolah adalah sama.

Wakil Ketua Komisi D, Moh Ubahil Islam menyebut 15 surat keterangan domisili yang terbukti tidak valid maka pihaknya dan SMPN 1 akan menyimpulkan secara bijak.

"Tak hanya DPRD, kami juga mempertimbangkan masukan dari SMPN 1, Dindik, dan dewan pendidikan. Secara spesifik, saya tidak mengharap siswa yang mendapat catatan ini kena diskualifikasi karena PPDB juga sudah ditutup," katanya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.