Minggu, 14 Jun 2026 10:26 WIB

Sepi Penumpang, Sopir Angkot di Probolinggo Curhat ke Wali Kota

Dialog Wali Kota Probolinggo dengan para sopir angkot
Dialog Wali Kota Probolinggo dengan para sopir angkot

jatimnow.com - Kalah bersaing dengan ojek online, Aliansi Sopir Angkot Probolinggo (ASAP) mengadukan nasib ke Wali Kota. Menurut mereja angkot semakin ditinggalkan masyarakat dengan munculnya ojek online.

Pertemuan perwakilan sekitar dua puluh orang tersebut berlangsung di halaman rumah Dinas Kota Probolinggo, di Jalan Raya Panglima Sudirman sekitar pukul 10.00 Wib.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk mencarikan solusi atas permasalaan kendaraan mobil angkot yang ada wilayahnya.

"Termasuk akan mengkaji ulang soal perwali Kota Probolinggo nomor 116 tahun 2017 yang mengatur tentang pelayanan angkutan orang dengan sepeda motor yang menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi," katanya, Sabtu (6/7/2019).

Hadi juga menyampaikan,jika memang dalam upaya pencarian jalan keluar tersebut membutuhkan pembuatan aplikasi angkot berbasis teknologi.

"Namun sebelum hal itu bisa dilakukan tentunya membutuhkan mekanisme kajian oleh pihak terkait," jelasnya.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

Selain itu, Hadi juga mengungkapkan saat ini masyarakat sudah menghadapi era 4.0 dengan persaingan kecepatan teknologi.

"Maka secara otomatis masyarakat harus bisa mengikuti tantangan zaman yang berkembang," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Asap Kota Probolinggo, De'er mengatakan, para sopir angkot meminta kepada pemerintah untuk bisa mencarikan solusi terbaik tehadap kondisi dan keberlanjutan nasib para penggelola usaha sopir angkot di Kota Probolinggo.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

"Sebab saat ini mereka merasa tersaingi dengan adanya ojek online yang makin tumbuh subur. Sehingga omset panghasilan sopir angkot berkurang drastis dibandingkan sebelumnya," tegasnya.

Selain itu, De'er juga menyampaikan, dengan adanya persaingan bisnis yang terus berkembang. Diharapkan masyarakat hadir dan bisa mengambil kebijakan demi keberlanjutan angkot di Kota Probolinggo.

"Memang kita direncanakan akan menggelar aksi mogok kerja pada 10 Juni Besok di depan Kantor Pemkot Probolinggo. Namun karena sudah ada respon pemangilan oleh wali kota sebelum hari itu maka agenda aksi digagalkan," ujarnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.