Selasa, 23 Jun 2026 18:38 WIB

Melihat Ritual dalam Tradisi Ulur Ulur di Telaga Buret Tulungagung

Warga melakukan ritual dalam Tradisi Ulur Ulur di Telaga Buret, Tulungagung
Warga melakukan ritual dalam Tradisi Ulur Ulur di Telaga Buret, Tulungagung

jatimnow.com - Masyarakat yang tinggal di empat desa di Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, menggelar upacara adat Tradisi Ulur Ulur di Telaga Buret, Jumat (5/7/2019). Upacara ini merupakan bentuk rasa syukur mereka atas manfaat air Telaga Buret untuk kehidupan mereka.

Selama ini, air Telaga Buret digunakan untuk mengairi persawahan Desa Sawo, Gedangan, Ngentrong dan Gamping. Bahkan di musim kemarau saat ini, sawah milik warga di empat desa itu tetap mendapatkan aliran air sehingga petani tidak khawatir terhadap kekeringan.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Anggaran Operasional Bus Sekolah di Tulungagung Membengkak

Ketua Panitia upacara adat Tradisi Ulur Ulur, Heri Setiyono mengatakan, upacara tersebut sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan rutin digelar setiap bulan Selo dalam penanggalan jawa, pada hari Jumat Legi.

"Ini merupakan tradisi dan bentuk rasa syukur kami atas limpahan air dari Telaga Buret untuk mengairi sawah warga," ujar Heri.

Upacara diawali dengan arak-arakan ratusan masyarakat membawa aneka sesajen yang diletakkan dalam tandu. Mereka kemudian meletakan sesajen di depan dua arca yang merupakan perwujudan dari Dewi Sri dan Joko Sedono. Kedua arca itu dipercaya sebagai simbol kemakmuran petani.

Baca Juga: Permudah Pengurusan e-KTP, Dispendukcapil Tulungagung Jemput Bola ke Sekolah

Dua arca tersebut kemudian dimandikan dan diberi hiasan berupa mahkota dari janur serta kalung ronce bunga melati. Beberapa warga kemudian menaburkan bunga di atas telaga.

"Selama ini petani di empat desa tidak pernah kekurangan air meskipun di lain daerah sedang musim kemarau," jelasnya.

Baca Juga: Serapan Gabah Tinggi, Gudang Bulog Tulungagung Penuh

Tradisi ini menarik minat sejumlah wisatawan. Destiana, salah seorang pengunjung dari luar kota mengaku sengaja datang ke Telaga Buret untuk melihat proses ritual. Menurutnya, tradiri tersebut sangat unik dan tidak ditemui di tempat lain.

"Ini merupakan tradisi yang harus tetap dilestarikan dan jika dikembangkan, tentu akan menarik minat banyak wisatawan," ungkapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.