Minggu, 14 Jun 2026 17:15 WIB

Polisi Visum Remaja Perempuan yang Dikeroyok di Surabaya

Tangkapan layar video pengeroyokan remaja perempuan di Surabaya yang beredar
Tangkapan layar video pengeroyokan remaja perempuan di Surabaya yang beredar

jatimnow.com - Penyelidikan terhadap kasus pengeroyokan terhadap remaja perempuan di Surabaya terus berjalan. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya sudah melakukan visum terhadap korban.

"Tahapan penyelidikan yang sudah kita lakukan adalah meminta keterangan korban dan pelapor, dalam hal ini orangtuanya," kata Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Jumat (5/7/2019).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Setelah pemeriksaan terhadap korban dan orangtuanya selesai, unit ini langsung membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk melakukan tahapan visum.

"Lalu kita sudah mendapatkan hasil visum dari rumah sakit," jelasnya.

Baca juga:  

Ruth Yeni menambahkan, gelar perkara atas kasus juga akan segera dilakukan agar kasus tersebut bisa naik ke tingkat penyidikan. Sehingga di awal minggu depan, 9 remaja perempuan yang diduga melakukan pengeroyokan bisa diperiksa.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

"Pemeriksaan terhadap sembilan anak perempuan itu kami jadwalkan Senin depan," ujar Ruth Yeni.

Pemeriksaan terhadap 9 anak perempuan itu dilakukan untuk mengetahui kronologi serta pemicu pengeroyokan tersebut. Sebab dari hasil pemeriksaan sementara didapat fakta bahwa antara korban dan 9 anak perempuan tersebut saling kenal.

Baca juga:  

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Selain kasusnya ditangani kepolisian, pengeroyokan yang melibatkan anak-anak berumur 11 hingga 13 tahun ini juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A).

Kepala DP5A Kota Surabaya, Chandra Oratmangun dan timnya juga sudah mendatangi rumah korban di Jojoran, Gubeng, Surabaya, Kamis (4/7/2019), meskipun belum bertemu orangtua korban karena sedang bekerja. Sedangkan sang korban tinggal di rumah keluarganya di tempat lain.

Pengeroyokan itu terjadi pada tanggal 28 Juni 2019, di perumahan Jalan Dharmahusada Indah Barat, Surabaya. Namun, vidio pengeroyokan baru viral di media sosial (medsos) Facebook pada 2 Juli 2019.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.