Sabtu, 20 Jun 2026 02:02 WIB

Ini Alasan 13 Lurah Keluarkan Surat Domisili 'Palsu' di Ponorogo

13 Lurah dipanggil DPRD Ponorogo
13 Lurah dipanggil DPRD Ponorogo

jatimnow.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ponorogo memanggil 13 lurah yang berdekatan dengan lokasi SMPN 1 berkaitan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Sebanyak 13 lurah mengemukakan surat keterangan domisili yang mereka terbitkan, khususnya surat yang diajukan oleh pelamar PPDB di SMPN 1. Bangunsari menjadi yang terbanyak dari 13 kelurahan dengan menerbitkan sembilan surat keterangan domisili.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Ternyata ada yang tidak berdomisili di Bangunsari," kata Lurah Bangunsari Sutadji, Kamis (4/7/2019).

Baca juga: 

Dari sembila surat keterangan yang dikeluarkan, empat sudah dilakukan pengecekan dan benar berdomisili di Bangunsari. Sedangkan lima lainnya ternyata setelah dicek tidak ada padahal sebelumnya ada surat pengantar dari RT (rukun tetangga).

Ia menyampaikan jika pihaknya tidak kuasa menolak pengajuan surat keterangan domisili lantaran kebanyakan permohonan dilengkapi berbagai berkas.

Meliputi surat pengantar dari RT dan surat pernyataan bermaterai dari pemohon. Karena merasa cukup, Sutadji mengakui tidak mengkroscek dengan fakta di lapangan.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Baru setelah itu, ada instruksi untuk mengkroscek semua. Jadi kami baru mengkroscek setelah sembilan surat itu diterbitkan. Tidak ada sosialisasi soal aturan PPDB dari Dindik, karena itu, sepanjang persyaratan pemohon lengkap, kami menerbitkan," jelasnya.

Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah kelurahan. Meliputi Kelurahan Nologaten, Cokromenggalan, Mangkujayan, Kertosari, hingga Brotonegaran. Khusus Kertosari, dari tiga surat keterangan domisili yang diterbitkan tidak satupun sudah dikroscek .

Wakil Ketua Komisi D, Moh Ubahil Islam mengatakan dari pengakuan para lurah, terungkap ada 15 surat keterangan domisili yang mengundang tanya. Termasuk lima surat yang diterbitkan Kelurahan Bangunsari yang sudah dipastikan tidak valid.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Kami tidak ingin, pasca hearing (RDP) ini terjadi gejolak di kemudian hari. Karena PPDB sudah ditutup, daftar ulang juga sudah selesai. Semua pihak akan mengambil kesimpulan yang bijak dengan turut mempertimbangkan nasib siswa," katanya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.