Selasa, 16 Jun 2026 15:03 WIB

Jumlah Penderita Hepatitis A di Jatim Hampir 1000 Orang

Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Penderita Hepatitis A di Jawa Timur hingga 1 Juli 2019, tercatat sebanyak 975 orang. Agar penyebaran penyakit tersebut tidak semakin meluas, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menargetkan penghentian penyebarannya dalam waktu dua pekan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemprov Jatim Kohar Hari Santoso mengatakan, berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari penanggulangan hingga pencegahan. Meski jumlah pasien masih bertambah, penyebaran wabah tersebut sudah dapat ditekan.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

"Mudahan-mudahan dalam kurun dua minggu ini sudah kita selesaikan, sambil kita pantau terus," kata Kohar, Senin (1/6/2019).

Dinkes Jatim mencatat, sejak tanggal 27 Juni 2019, penderita penyakit Hepatitis A sebanyak 824 di Kabupaten Pacitan. Esoknya, penderita bertambah 100 orang menjadi 924 penderita. Namun, dua hari setelahnya secara berturut-turut, penyebaran wabah terus menurun.

"Pasien bertambah 33 penderita menjadi 957 penderita. Data terakhir per 1 Juli 2019 sebanyak 975 penderita," kata Kohar.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Kohar menambahkan, selain di Pacitan, sejumlah daerah lainnya juga akan dilakukan upaya penanggulangan jika ditemukan kasus baru. Nantinya akan mengisolasi pasien untuk mencegah penularan penyakit ke orang lain selama pengobatan.

"Kemudian melakukan survei penyelidikan epidemiologi untuk menekan potensi penyebaran wabah ke daerah lain. Lalu gencar mensosialisasikan kepada masyarakat. Terutama tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)," jelasnya.

Dinkes Jatim, lanjut Kohar, juga akan memeriksa terkait kebersihan sehari-hari dan terkait makanan serta minuman yang dikonsumsisi warga.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Bagaimana mereka buang air besarnya, bagaimana mereka cuci tangannya, bagaimana air minumnya apa sudah digodok sampai mendidih direbus, bagaimana makanan tidak terkontaminasi dan bagaimana masyarakat tidak membuang sampah sembarangan," sambungnya.

Menurut Kohar, dengan penanggulangan itu diharapkan ke depannya tidak ada penambahan jumlah penderita.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.