Sabtu, 20 Jun 2026 00:49 WIB

Yuk...Merasakan Sensasi “Kalimas Bernyanyi” di Surabaya!

Keindahan Sungai Kalimas di Surabaya
Keindahan Sungai Kalimas di Surabaya

jatomnow.com Surabaya dikenal dengan kota terbesar ke dua di Indonesia. Namun, siapa sangka jika kota yang memiliki banyak gedung pencakar langit itu juga mempunyai wisata murah meriah berbasis alam.

Bagi warga Surabaya, yang tiap akhir pekan biasanya bepergian ke luar kota untuk berwisata, lebih baik ditangguhkan dulu dan cobalah merasakan sensasi wisata air inovasi dari Dinas Pariwisata Kota Surabaya yang bertema "Kalimas Bernyanyi".

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Start jam 5 sore, pengunjung cukup membeli tiket seharga Rp 4 ribu di Taman Prestasi yang berada di Jalan Ketabang Kali. Setelah itu, akan diajak menyusuri keindahan panorama sungai Kalimas saat sore hari.

Saat pertama menginjakkan kaki di atas perahu motor yang digunakan untuk mengangkut itu, keindahan Kalimas sudah mulai tergambar, saat pengunjung mengenakan jaket pengaman, lampu LED warna-warni yang menghiasi badan perahu siap menyambutnya.

Tak heran, jika Kalimas Bernyanyi yang baru dilaunching pada Sabtu (14/4/2018) malam itu membuat warga Surabaya semakin antusias. Bahkan, pada saat launching perdananya itu, kurang lebih 200 pengunjung sudah antre untuk menikmati keindahan Kalimas.

Sungai Kalimas yang membelah Kota Surabaya memang menawarkan sejuta keindahan. Ratusan lampion yang dipasang di sepanjang bantaran sungai disertai taman-tamannya yang indah dan bersih tentu menambah kemolekan Kalimas saat langit mulai gelap.

Terlebih semarak nan menghibur Kalimas Bernyanyi juga didukung para pengamen jalanan mengiringi para wisatawan itu ikut nyemplung di Sungai Kalimas.

Wisata Kalimas Bernyanyi itu memang terbilang murah, cukup merogok duit Rp 4.000 untuk membeli tiket menyusuri Sungai Kalimas itu.

Rutenya, dari Taman Prestasi menuju ke bantaran yang berada di monkasel dan pengunjung bisa melihat patung Suroboyo yang berdiri kokoh di samping skate and BMX.

Salah satu pengunjung, Dika mengakui bahwa dirinya baru mengetahui kalau saat ini wisata air juga ditambahkan dengan iringan musik, sehingga dirinya juga semakin bersemangat untuk naik perahu motor itu.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Saya ke sini biasanya setiap akhir pekan bersama anak saya, tapi saat ini makin semarak karena diiringi musik. Dan seru sekali," terang Dika warga asal Jalan Ngaglik, Sawo, Surabaya.

Dika yang saat itu bersama putranya yang masih berusia 4 tahun itu, mengaku selain ingin menghilangkan penat yang disebabkan rutinitasnya, kunjungannya tersebut juga bertujuan untuk mengenalkan alam kepada putranya.

"Saya ke sini biasanya sore sampai malam pukul 19.00. Saya ingin mengenalkan alam kepada anak, agar tidak melulu pegang gadget aja," tutur Dika.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan tujuan dari diciptakannya inovasi wisata bertema "Kalimas Bernyanyi" itu adalah menawarkan sesuatu konsep wisata yang sudah ada, artinya selama warga menikmati keindahan Kalimas juga bisa menikmati musik.

"Jadi, intinya kita terus berupaya untuk berinovasi mengembangkan wisata yang dimiliki pemerintah kota. Dan mulai akhir pekan di pertengahan bulan April ini, kami ciptakan Kalimas Bernyanyi itu," tutur Irvan.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Satpol PP Kota Surabaya itu, menjelaskan demi memanjakan warga diakhir pekan, selain akan memberikan variasi musik, para pengunjung juga selalu dipantau oleh 2 personel pengamanan kali dari Satlinmas dan Satpol-PP.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

"Kita akan kembangkan dengan menambahkan berbagai jenis genre musik seperti angklung, perkusi patrol dari kelompok musik jalanan yang lainnya. Dan untuk mengamankan, kita juga siagakan temasuk mengawal 4 perahu motor yang kita operasikan untuk Kalimas Bernyanyi ini," terang Irvan.

Ia mengungkapkan Kalimas Bernyanyi ini juga seiring dengan program Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk memberi wadah pengamen jalanan.

"Jadi, ini merupakan upaya pemkot yang berharap para pemusik jalanan tidak lagi mengamen di jalanan, sehingga kami berinovasi untuk mendukung program Bu Wali itu," pungkasnya.

Reporter: Fahrizal Tito

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.