Rabu, 17 Jun 2026 21:00 WIB

Dewan Sebut Surat Domisili untuk PPDB SMP di Ponorogo Diduga Palsu

PPDB di SMP 1 Ponorogo
PPDB di SMP 1 Ponorogo

jatimnow.com – Surat keterangan domisili yang digunakan 50 siswa baru di SMPN 1 Ponorogo kembali dipertanyakan.

Komisi A dan D DPRD Ponorogo mengaku pihaknya telah melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Rahmat Taufik, salah satu anggota komisi A DPRD Ponorogo membenarkan pihaknya datang ke Kemendikbud untuk meminta penjelasan terkait PPDB.

"Jadi kami mencari tahu permasalahan tentang zonasi di SMP. Kami minta kejelasan sesuai dengan keputusan menteri tata aturan ini bagaimana dilaksanakan. Kedua di kemendiknas, di bidang pendidikan dasar dan menengah," katanya, Kamis (27/6/2019).

Baca juga: 

Dari hasil klarifikasi yang diperoleh, surat keterangan domisili berdasar surat keterangan pindah kerja orang tua.

"Bukan malah domisili anaknya yang dipindahkan untuk lebih dekat dengan sekolah. Itu ada kesalahan dokumen. Bisa saya laporkan juga," ujarnya.

Ia mengaku tidak bisa gegabah dan akan memanggil kembali pihak SMPN 1 Ponorogo.

"Senin akan kami panggil kembali dan meminta kembali data PPDB itu secara tertulis. Kalau memang data itu tidak bisa dibuka, maka kami akan gunakan hak interpelasi," ujarnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Kami akan mengundang kembali pihak SMPN 1, yakni kepala sekolah dan jajarannya ke DPRD," ujar Wakil Ketua DPRD Miseri Effendi.

Menurutnya, klarifikasi lanjutan diperlukan untuk membahas duduk perkara dugaan penyalahgunaan data dalam PPDB di SMPN 1. Rapat dengar pendapat (RDP) sebelumnya sudah digelar sepekan lalu, dan akan digelar lagi untuk mengurai polemik.

Jika memang dugaan pemalsuan data oleh sejumlah siswa terbukti, Miseri menilai imbasnya bisa fatal. Bahkan, bisa sampai masuk ranah pidana, lantaran ada dokumen yang dipalsukan.

"Kepolisian juga bisa melakukan penyelidikan, sebagaimana rekomendasi kebijakan dari Kemendikbud terkait persoalan ini," ujarnya.

Aduan dan keluhan yang diterima calon wali murid SMP dalam sistem zonasi Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 mendapat tanggapan DPRD Ponorogo dengan menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Pendidikan dan Kepala SMPN 1 Ponorogo.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Banyak anak yang tempat tinggalnya masih berada dalam zona harus tersisih oleh siswa yang berada dari luar zona yang menggunakan surat keterangan domisili yang diterbitkan desa atau kelurahan.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.