Sabtu, 20 Jun 2026 01:41 WIB

Sengketa Pilpres 2019

Sidang Putusan di MK, Ratusan TNI-Polri Perketat Keamanan Surabaya

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho memimpin apel kesiapan pengamanan digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho memimpin apel kesiapan pengamanan digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya

jatimnow.com - Ribuan personel gabungan dari Polri maupun TNI menjaga ketat sidang putusan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta. Pengamanan juga diperketat di Surabaya untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas pascapengumuman.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho memimpin langsung apel gelar pasukan di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (27/6/2019) pagi. Apel kesiapan pengamanan itu diikuti ratusan pasukan gabungan dari Polri maupun TNI.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kami terjunkan 2130, baik dari Polri maupun TNI," kata Sandi.

Ratusan personel Polri diterjunkanRatusan personel Polri diterjunkan

Menurutnya, apel kesiapan pengamanan itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi gangguan kamtibmas pascapengumuman hasil pemilu di MK.

"Walaupun dari informasi intelijen baik dar polda (Polda Jatim) maupun polres (Polrestabes Surabaya) belum ada pemberitahuan unjuk rasa yang menolak maupun mendukung putusan hasil MK yang digelar di Jakarta," terangnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Tapi kami akan menyiapkan personel dan koordinasi dengan TNI serta pemerintah daerah (pemda)," tambahnya.

Pengamanan itu, lanjut Sandi, dilakukan untuk menjaga dan memastikan bahwa Surabaya dalam keadaan aman dan kondusif serta siap mendukung kegiatan masyarakat yang ada di Surabaya.

Ratusan personel TNI ikut diterjunkanRatusan personel TNI ikut diterjunkan

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kami akan sebar personel ke beberapa obyek vital seperti KPU, Bawaslu, Kantor Pemda dan obyek vital lainnya. Tidak semuanya kita pasang anggota, tapi juga kami lakukan dengan sistem patroli," jelas Sandi.

Selain itu, seluruh jajaran di Polrestabes Surabaya juga akan terus melakukan razia atau penyekatan di titik-titik tertentu untuk mengantisipasi pergerakan massa yang mungkin saja terjadi.

"Mari kita sama-sama Jogo Suroboyo. Kita menghormati putusan hukum yang disampaikan MK. Sehingga menunjukkan bahwa masyarakat Surabaya itu dewasa, sportif dan bisa menerima semua hasil yang sudah sudah digelar dalam pesta demokrasi ini," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.