Senin, 08 Jun 2026 12:59 WIB

Jatim Memilih

Pendamping Khofifah Dikala Libur, Ziarah ke Makam Leluhur

Cawagub Emil Dardak saat nyekar di makam leluhurnya.
Cawagub Emil Dardak saat nyekar di makam leluhurnya.

jatimnow.com - Cawagub Jatim Emil Dardak memanfaatkan libur nasional Isra Miraj, Sabtu (14/4/2018) untuk bersilaturahmi di Kabupaten Nganjuk.

Bupati Trenggalek non aktif ini, mengunjungi Desa Petak, Kecamatan Bagor, Nganjuk.

Baca Juga: Gugatan Paslon 03 Dismissal, Pasangan Gabah Menangkan Pilbup Tulungagung

Di sana, selain bersilaturahmi bersama kerabat dan warga setempat, Emil juga menyempatkan berziarah ke makam leluhurnya yaitu Mbah Karimun.

Dalam sejarahnya, leluhur Emil tersebut merupakan salah satu penyebar agama Islam di Petak.

Sabdo Utomo, Kades Petak yang masih memiliki hubungan darah dengan Emil Dardak menuturkan bahwa Mbah Karimun adalah seorang pengikut Pangeran Diponegoro yang menyebarkan agama Islam pertama di Desa Petak.

Usai perang Diponegoro, sisa-sisa pasukan Mbah Karimun akhirnya banyak menjadi penyebar agama Islam dan menjadi naib.

Baca Juga: MK Tolak Gugatan Paslon 01, Sugiri Sancoko-Lisdyarita Menangkan Pilbup Ponorogo

“Naib pertama di Desa Petak ini adalah leluhurnya Mas Emil yaitu Mbah Karimun, yang menjadi tokoh agama di Desa ini. Sedangkan untuk H. Dardak sendiri nama mudanya adalah Mochammad Darmawan yang berada di Pondok Pesantren Mojosari. Ketika salat Jum’at sering datang ke mushola Petak ini,” imbuhnya.

Emil sendiri mengaku sangat senang bisa bertemu dengan saudara-saudaranya di Nganjuk.

Menurut orang nomor satu di Trenggalek ini, kakeknya Mochammad Darmawan atau yang biasa dipanggil Mbah Dardak, menikah dengan wanita Trenggalek bernama Siti Mardiyah. Di Trenggalek kemudian Mbah Dardak menjadi naib dan guru agama.

Baca Juga: Ini Persiapan Paslon Pilbup Tulungagung jelang Sidang Gugatan Pilkada di MK

Sedangkan Siti Mardiyah merupakan cicit dari Mbah Mesir (putra Syeh Yahudo Nogosari, Pacitan) penyebar agama Islam yang terkenal di Trenggalek.

“Kalau memang diturut-turut ada Mbah Tohir di Wates, kemudian Mbah Karimun dan Mbah Faturrohman yang masih sangat erat terkait. Semoga ini menjadi awal silaturahmi dan bisa mempererat hubungan kedepannya,” pungkasnya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.