Senin, 15 Jun 2026 03:41 WIB

Dituduh Rusak Lingkungan, Begini Tambang Emas Banyuwangi Menjawab

  • Penulis :
  • | Sabtu, 14 Apr 2018 20:13 WIB
Para jurnalis saat mengunjungi tambang emas Tumpangpitu Banyuwangi.
Para jurnalis saat mengunjungi tambang emas Tumpangpitu Banyuwangi.


jatimnow.com - PT Bumi Suksesindo (BSI) sebagai operator tambang emas di Banyuwangi, berkomitmen untuk menjaga lingkungan area operasionalnya di kawasan pegunungan Tumpangpitu. Sebab seringkali tambang dianggap merusak lingkungan.

Semisal, bagaimana menjaga flora dan satwa di kawasan tambang tersebut tetap terjaga.

Baca Juga: Foto: Melihat "Surga" di Bawah 7 Bukit Banyuwangi

Doni Roberto, Super Intendent Departemen Lingkungan PT BSI menjelaskan, untuk menjaga lingkungan menjadi kewajiban pihaknya.

Pemantauannya dilakukan secara periodik. Meliputi air, udara, tingkat kebisingan hingga populasi satwa dan flora.

"Secara periodik kita ambil sampel air untuk diketahui PH nya. Kita pasang alat untuk mengetahui tingkat kebisingan dan sebagainya," katanya kepada jatimnow.com disela-sela media site tour, Sabtu (14/4/2018).

Bahkan, divisi lingkungan mempunyai regulasi dimana setiap karyawan tidak boleh mengambil, membunuh satwa maupun flora yang ada di kawasan.

Baca Juga: Antisipasi Bencana, Nasabah Lansia BSI Gresik, Tewas Tertabrak KA

Bahkan, karyawan harus segera melaporkan jika menemui satwa yang terancam keselamatannya.

"Pernah kita selamatkan Kukang langka, kita relokasi jauh ke dalam hutan. Dan kita identifikasi detail untuk dilaporkan ke pihak terkait," tambahnya.

Selain itu, pihaknya terus melakukan penghijauan di lahan-lahan kritis, dengan menabur benih atau menanam dari jenis tanaman buah-buahan.

Baca Juga: Reboisasi Sukses, Lahan Kompensasi PT BSI Jadi yang Terluas

Tanaman itu dipilih sebagai upaya untuk memberikan cadangan makanan bagi satwa seperti kera dan lainnya.

"Kita berharap satwa tetap krasan (betah) dan kembali di hutan-hutan di sekitar sini. Kita pake metode suksesi alamiah," pungkasnya.

Reporter: Irul Hamdani
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.