Kamis, 18 Jun 2026 04:12 WIB

Demo Tolak Sistem Zonasi di Surabaya, Seorang Emak Pingsan dan Terluka

Vera Rosalinda, salah satu emak peserta demo tolak sistem zonasi yang pingsan di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya
Vera Rosalinda, salah satu emak peserta demo tolak sistem zonasi yang pingsan di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya

jatimnow.com - Satu dari puluhan emak-emak yang mengikuti demo hapus sitem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020, mengalami luka pada bagian kepala, Rabu (19/6/2019). Emak itu terleka setelah kepalanya terbentur pedestrian karena pingsan.

Korban yang diketahui bernama Vera Rosalinda, warga Rungkut Asri Barat Gang 11 No. 8, Surabaya itu pingsan diduga karena kelelahan saat mengikuti demo yang digelar para calon wali murid di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Dari pantauan di lokasi, perempuan yang mengenakan setelan pakaian berwarna biru jeans berkerudung coklat itu pingsan di pedestrian di depan Gedung Grahadi, sekitar pukul 14.30 Wib. Sejumlah peserta demo lainnya langsung membopongnya keluar barisan untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Saat pingsan, Vera sedang memegang sebuah poster bertuliskan 'Kami mendukung zonasi dengan penerapan yang benar bukan adu jarak rumah'.

Setelah siuman, Vera mengaku jika dirinya kurang sehat karena sejak tiga hari lalu kurang istirahat akibat sering memantau web ppdbjatim.net serta beban fikiran atas sistem zonasi PPDB online yang diterapkan di tahun 2019. Anaknya berbekal nilai 377,5 dan hanya mendapatkan peringkat 18 terakhir.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Mebelani (membela) anak sampai begini mas. Anak saya daftar ke SMA Negeri 15 dan pilihan ke dua SMA Negeri 16 yang berjarak kurang lebih 2 km dari rumah, dari jalur zonasi sudah tidak masuk. Jadi saat ini masih menunggu dari jalur Nilai Ujian Nasional (NUN) dari pagu 70, anak saya ada di peringkat 52, apa lagi belum hari terakhir dan masih ada banyak lainnya kan takut tergeser lagi," ungkap Vera.

Ia menambahkan, tujuannya ikut unjuk rasa itu ingin menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa agar turut andil dalam menyelesaikan hal itu kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kami yang memilih Bu Khofifah (Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa), kami harap Bu Khofifah temui kami. Kami ingin sistem Zonasi dihapuskan dan agar Bu Khofifah matur (menyampaikan) ke menteri agar tidak membuat rakyat seperti ini," tambah Vera.

Setelah 30 menit, Vera mendapatkan pertolongan dari PMI dan dievakuasi ke dalam mobil PMI untuk mendapatkan perawatan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.