Sabtu, 20 Jun 2026 17:06 WIB

Keluarga Guru Tewas di Probolinggo Tanyakan Barang Korban yang Hilang

Hendra Agus Wardana, anak korban
Hendra Agus Wardana, anak korban

jatimnow.com - Hasil otopsi meninggalnya seorang guru SMA 1 Leces Probolinggo telah diketahui. Dari pernyataan Satreskrim Polres Probolinggo Kota, korban diduga meninggal karena penyakit dalam bukan karena faktor penganiayaan.

"Kalau masalah hasil otopsi keluarga sudah menerima. Namun yang menjadi tanda tanya di dalam keluarga soal hilangnya barang milik yakni tas yang berisi sejumlah uang, dokumen dan hanphone," kata anak kedua korban, Hendra Agus Wardana (29), Rabu (19/6/2019).

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Baca juga:  

Menurutnya, barang berupa tas tersebut diketahui masih ada di dalam kamar. Karena sebelumnya istrinya diminta mengambilkan sejumlah uang di dalam dompet milik korban.

"Posisi tas saat itu berdasarkan pengakuan istri saya masih berada di dalam kamar. Semoga polisi bisa mengungkap atas hilangnya barang milik ibu," harapnya.

Ia meneruskan, sebelumnya korban bulan puasa lalu melakukan cek kesehatan. Berdasarkan hasil laboratorium, ibunya tidak memiliki penyakit dalam termasuk sudah cek kadar gula.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Hasilnya baik baik saja. Namun kami selaku pihak keluarga tetap menghormati hasil dari pihak polisi," tukasnya.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Nanang Fendi Dwi Susanto mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan upaya penyelidikan atas hilangnya barang milik korban.

"Sedangkan untuk fisik korban sudah diketahui tidak ada tanda-tanda kekerasan. Diduga korban meninggal karena penyakit dalam berdasarkan atas hasil otopsi bersama dengan tim forensik Polda Jatim," katanya.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

Endang Sukeni ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya sekitar pukul 10.30 Wib, Senin (17/6) lalu. Barang milik korban berupa tas berisi uang, dokumen dan hanphone diketahui hilang.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.