Senin, 15 Jun 2026 22:35 WIB

Sonjo Pendopo, Ajang Pertemuan Masyarakat dengan Bupati Trenggalek

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (baju putih) bersama warga pada program 'Sonjo Pendopo'
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (baju putih) bersama warga pada program 'Sonjo Pendopo'

jatimnow.com - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin membuka kembali Program 'Sonjo Pendopo'. Program ini mempertemukan masyarakat dengan Bupati untuk bertukar ide untuk kemajuan Trenggalek.

Program ini digelar setiap hari Jumat, selesai pelaksanaan ibadah salat Jumat. Sebelumnya program Sonjo Pendopo ini pernah dibuka saat Cak Ipin masih berstatus Plt, menggantikan Bupati Trengalek saat itu Emil Elestianto Dardak yang sedang cuti untuk kampanye Pilgub.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Sonjo Pendopo sempat terhenti sekembalinya Emil Dardak lepas dari masa cutinya dan kini dibuka lagi oleh Cak Ipin setelah dilantik menjadi Bupati Trenggalek oleh Gubernur Jatim.

Dalam program ini, Cak Ipin meluangkan wantunya untuk bertemu dengan masyarakat dan siap mendengarkan segala keluhannya. Selain itu Cak Ipin juga menerima segala saran dari Masyarakat.

"Saya membuka kegiatan Sonjo Pendopo lagi karena kalau datang pas hari-hari kerja takutnya mengganggu kerja-kerja rutin terus masyarakat yang tidak janjian atau tidak tahu nomor saya dan ingin datang konsultasi atau ingin audiensi tetapi tidak ketemu. Saya beri waktu hari Jum'at setelah Salat Jum'at," ujarnya, Jumat (14/06/2019).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Beberapa kelompok masyarakat mendatangi program Sonjo Pendopo di hari pertama ini. Diantaranya kelompok difabel, perwakilan PGRI, BNN dan beberapa kelompok masyarakat yang lainnya.

Menurut Cak Ipin, program ini sangat membantu untuk mengetahui kebutuhan masyarakat secara nyata. Selain itu ide ide pembangunan juga sering muncul dalam pembahasan bersama masyarakat.

"Ada masyarakat yang memberikan ide-ide tentang pembangunan, salah satunya bagaimana caranya universal coverage untuk pekerja formal dan informal, ada juga yang menyampaikan uneg-unegnya," imbuhnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Program ini merupakan salah satu bentuk mendekatkan akses pelayanan ke masyarakat. Mereka yang memerlukan konsultasi maupun pengaduan bisa langsung bertemu dengan bupati, tanpa harus melalui protokoler yang ketat.

"Kita ingin mendekatkan akses masyarakat terhadap pemerintah. Karena bagaimanapun pemilik kabupaten ini adalah masyarakat. Kita perlu dengar langsung dari masyarakat, sedangkan waktu bertemu dan bertatap muka harus di manage sedemikian rupa dan tugas kita di Pemerintahan kan juga banyak." jelasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.