Rabu, 22 Jul 2026 14:50 WIB

PCNU Ajak Masyarakat Magetan Tunggu Putusan MK

Ketua PCNU Kabupaten Magetan, KH Mansyur Abdullah
Ketua PCNU Kabupaten Magetan, KH Mansyur Abdullah

jatimnow.com – Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Magetan, KH Mansyur Abdullah menolak tegas jika terjadi aksi kerusuhan pasca keputusan Mahkamah Konsitusi (MK) perihal sengketa Pilpres 2019.

"Saya menolak tegas kerusuhan terjadi kembali pasca keputusan MK," katanya, Kamis (13/6/2019).

Baca Juga: Dimanakah Ibukota Indonesia yang Sebenarnya?

Ia menyebutkan, seharusnya keputusan tertinggi lembaga konsitusi tersebut dihormati oleh siapapun. Termasuk pendukung dua kubu yang selama ini berseberangan.

"Ya harus diterima keputusan apapun. Jika memang sesuai hati nurani ya diterima dengan sukacita. Jika tidak dengan keinginan para pendukung juga harus menerimanya dengan lapang dada," ujarnya.

Menurutnya kerusuhan hanya akan menimbulkan kerugian dan nama baik Indonesia juga dipertaruhkan jika tetap rusuh seperti 22 Mei lalu.

"Jaga nama bangsa itu jauh lebih penting. Agar kita juga dihormati oleh negara lain," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk ini menjaga ketertiban, keamanan, kerukunan, ketentraman dalam hidup beragama dan bermasyarakat.

Baca Juga: MBG dan Ujian Negara, dari Dapur Rakyat hingga Mahkamah Konstitusi

"Pilpres sudah usai. Kembali lagi ke kehidupan. Tetap rukun, jaga kententraman. Karena semua hidup berdampingan," harapnya.

Ia juga menolak jika warga Kabupaten Magetan menyebarkan berita bohong atau yang selama ini lebih dikenal dengan hoaks. Karena menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya juga bisa memicu kerusuhan.

"Bisa memicu kerusuhan. Saat ini lebih baik menunggu keputusan MK. Apapun nanti keputusan MK harus diterima," tukasnya.

Baca Juga: MK Larang Polisi Pidanakan Wartawan, PFI: Kemenangan Besar Demokrasi

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.