Senin, 15 Jun 2026 17:22 WIB

Pemkot Target Box Culvert Manukan-Sememi Rampung Sebelum Musim Hujan

Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi sidak box culvert Manukan-Sememi.
Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi sidak box culvert Manukan-Sememi.

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan pemasangan box culvert sisi Manukan-Sememi rampung sekitar bulan November 2019 mendatang. Sebetulnya, proyek ini merupakan multiyears yang mulai digarap tahun 2019-2020.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan meskipun proyek ini multiyears hingga tahun 2020, namun ia meminta pihak pelaksana untuk menyelesaikan pemasangan box culvert sebelum musim hujan. 

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

"Makanya, teman-teman pelaksana proyek sudah menyiapkan pengerjaan box culvert itu sampai titik yang sudah ditentukan. Meskipun tidak tertutup tetapi box culvertnya sudah harus terpasang, sehingga kalau musim hujan airnya tetap bisa mengalir lancar," katanya saat sidak di lokasi proyek box culvert Manukan-Sememi, Rabu (12/6/2019).

Eri mengaku masih akan berkoordinasi lagi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memastikan musim hujan deras di bulan apa. Apabila deras-derasnya di bulan Oktober, maka dia akan meminta kepada pelaksana proyek untuk melakukan percepatan pemasangan box culvertnya.

"Insya Allah bisa dikerjakan kalau pemasangan box culvertnya saja," ujarnya.

Menurut Eri, sebenarnya proyek box culvert di jalur ini merupakan proses panjang yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Sebab, proyek box culvert ini membentang dari Girilaya hingga tuntas di Benowo.

Rinciannya, di Girilaya-Banyu Urip sepanjang 852 meter dibangun tahun 2009 dengan menggunakan APBD, Banyu Urip Lor 2-Simo Pomahan sepanjang 1.520 meter dibangun tahun 2010 dengan menggunakan APBD, Simo Pomahan-Simo Jawar sepanjang 650 meter dibangun tahun 2011 dengan APBD.

"Kemudian, dari Simo Jawar-Margomulyo sepanjang 2.988 meter yang dibangun pada tahun 2012-2014 menggunakan dana APBN. Selanjutnya, dari Margomulyo-Kali Balong sepanjang 500 meter yang dibangun pada tahun 2015, juga menggunakan dana APBN. Sisanya sampai sekarang menggunakan APBD," kata dia.

Lalu box culvert di sisi Babat Jerawat sepanjang 600 meter dibangun tahun 2016 dengan APBD. Kemudian dari Kandangan –Babat Jerawat sepanjang 2.400 meter dibangun pada 2017-2018 dengan APBD.

Sedangkan yang dikerjakan tahun ini hingga tahun 2020 di sisi Manukan-Banjar Sugihan sepanjang 1.000 meter juga menggunakan APBD. Termasuk pula dari Banjar Sugihan-Sememi sepanjang 1.300 meter juga menggunakan APBD.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Jadi, total yang digarap tahun 2019-2020 dari Manukan-Sememi sepanjang 2.300 meter. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 139 miliar lebih," ujarnya.

Kemudian pada tahun 2020, Pemkot Surabaya masih akan melanjutkan proyek box culvert ini di sisi Babat Jerawat-Benowo sepanjang 2.100 meter. Khusus sisi ini, anggarannya masih belum ada karena masih akan direncanakan tahun depan.

"Total secara keseluruhan proyek box culvert dari Girilaya-Benowo sepanjang 13.910 meter dengan total anggaran Rp 762 miliar. Dana itu berasal dari APBD sebesar Rp 472 miliar lebih dan dari APBN sebesar Rp 290 miliar lebih," tegasnya.

Eri juga menambahkan bahwa setiap proyek infrastruktur pasti akan menimbulkan dampak, seperti macet dan sebagainya, sehingga dia berharap kepada masyarakat untuk bersabar karena dampak proyek itu untuk kenyamanan masyarakat juga.

"Saya berharap kepada masyarakat, ayo saling support antara pemerintah dan masyarakat, sehingga bisa bersinergi dan pembangunannya bisa lebih cepat," ujarnya.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Ia juga memastikan bahwa hingga saat ini proyek box culvert Manukan-Sememi sudah berjalan sesuai dengan kurva S atau schedule yang dibuat oleh Dinas PU Bina Marga dan Pematusan. Eri pun berkomitmen untuk terus memantau proyek tersebut supaya bisa rampung sesuai jadwal pelaksanaan.

"Kami akan terus pantau ini supaya sesuai schedule," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.