Kamis, 18 Jun 2026 00:51 WIB

AirNav Terima Laporan 28 Balon Udara Ganggu Pesawat Komersial

Balon udara tanpa awak dilaporkan mengganggu penerbangan komersial
Balon udara tanpa awak dilaporkan mengganggu penerbangan komersial

jatimnow.com - Sebanyak 28 pilot pesawat komesial melaporkan ke AirNav ada 28 balon udara tanpa awak menggangu penerbangan. Puluhan balon udara tersebut dilaporkan mulai hari lebaran pertama atau 5 hingga 11 Juni 2019.

"AirNav menerima laporan dari 28 pilot pesawat komersial bahwa ada 28 balon udara tanpa awak mengganggu penerbangan," kata Direktur Teknik AirNav Pusat, Ahmad Nurdin Aulia ditemui awak media di Festival Balon Udara di Ponorogo, Rabu (12/6/2019).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Nurdin menyebut, 28 balon udara itu teridentifikasi di daerah Solo, Semarang dan Yogyakarta. Namun Ahmad tidak bisa mengidentifikasi asal balon udara tersebut.

Karena, lanjut Nurdin, balon udara tanpa awak tidak bisa ditentukan arahnya. Sebab balon udara tanpa awak terbang sesuai arah angin. Menurutnya, balon-balon udara itu sangat membahayakan penerbangan. Bahkan saat lebaran 2019, ada yang mendarat di Bandar Udara Ahmad Yani Semarang.

"Nah kalau mendarat dan terkena pesawat kan berbahaya. Bisa saja kalau balon udara itu mendarat dan terkena sayap, kan bisa meledak," tegasnya.

Festival balon udara di PonorogoFestival balon udara di Ponorogo

Adanya laporan 28 balon udara tanpa awak itu membuat pesawat harus melakukan rekayasa lalu lintas.

Baca Juga: Warga Blitar Tewas Terkena Ledakan Petasan Balon Udara, 2 Bocah Terluka

"Memang bisa merekayasa, tapi itu sangat boros. Seharusnya pesawat lurus, harus berbelok dan pesawat tidak bisa belok dengan seenaknya, harus ada perhitungan matang," bebernya.

Dengan rekayasa lalu lintas, pesawat harus mengeluarkan bahan bakar lebih boros dibanding biasanya.

Sementara, untuk mengatasi pro kontra penerbangan balon udara tanpa awak, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menggandeng Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Kami akan menggandeng Kemendikbud untuk mengatasi pro dan kontra balon udara," kata Direktur Navigasi Penerbangan Indonesia, Kemenhub, Asri Santosa di tempat yang sama.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Kerjasama dengan Kemendibud itu dilakukan dengan cara seperti memasukkan pengetahuan balon udara di dalam kurikulum pelajaran. Sehingga para pelajar bisa mendapat pengetahuan tentang bahaya penerbangan balon udara tanpa awak sejak dini.

"Di sisi lain, festival balon udara seperti di Ponorogo ini harus digelar rutin untuk pelestarian tradisi," tambah Asri.

Ia menyebut, untuk tahun lalu Kemenhub mendapatkan laporan dari 80 pilot tentang keberadaan balon udara liar.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.