Kamis, 18 Jun 2026 10:14 WIB

Tradisi Kupatan di Trenggalek Bakal Dikembangkan Jadi Festival

Warga di Kecamatan Durenan, Trenggalek mengarak gunungan ketupat setinggi 3 meter
Warga di Kecamatan Durenan, Trenggalek mengarak gunungan ketupat setinggi 3 meter

jatimnow.com - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Cak Ipin menghadiri tradisi kupatan yang digelar masyarakat Kecamatan Durenan. Tradisi yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu ini bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya.

Ditemani istri dan dua anaknya, Bupati Cak Ipin ikut dalam rombongan yang mengarak gunungan ketupat yang menyerupai tumpeng dari Pondok Pesantren (Ponpes) Babul Ulum menuju lapangan setempat. Ia juga didampingi sejumlah pejabat di Pemkab Trenggalek.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Dalam sambutannya, Bupati Cak Ipin mengapresiasi tradisi kupatan yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat. Tradisi yang digelar setiap tahun pada tanggal 7 Bulan Syawal itu sudah menjadi icon budaya Kecamatan Durenan dan banyak dicontoh daerah lain.

Bupati Cak Ipin, istri dan dua anaknya ikut memeriahkan tradisi kupatan di TrenggalekBupati Cak Ipin, istri dan dua anaknya ikut memeriahkan tradisi kupatan di Trenggalek

"Bisa dikatakan tradisi kupatan setiap tanggal 7 Syawal ini berawal dari Durenan," katanya, Rabu (12/6/2019).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Tradisi ini, setiap tahunnya menarik perhatian masyarakat dari luar kota untuk datang dan terlibat langsung di dalamnya. Atas dasar itu, Bupati Cak Ipin berencana mengembangkan tradisi ini menjadi Festival Ketupat.

Rencananya, Festival Ketupat itu nantinya, selain masyarakat bisa menikmati ketupat dengan gratis, sejumlah perlombaan juga akan digelar untuk memeriahkannya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Tahun depan akan kita buat Festival Ketupat, tapi untuk permulaan saat ini kita mengadakan lomba membuat ketupat," terangnya.

Tradisi kupatan di Kecamatan Durenan berawal dari tradisi keluarga Ponpes Babul Ulum. Mereka selalu melakukan puasa selama 6 hari, setelah lebaran. Saat hari ketujuh bulan Syawal, mereka merayakannya dengan makan ketupat. Tradisi ini kemudian diikuti oleh tetangga dan masyarakat hingga saat ini.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.