Rabu, 17 Jun 2026 06:25 WIB

2 Ekor Harimau Bakal Jadi Koleksi Kebun Binatang Mini Kota Probolinggo

Kebun Binatang Mini atau TWSL Kota Probolinggo
Kebun Binatang Mini atau TWSL Kota Probolinggo

jatimnow.com - Jumlah kunjungan ke Kebun Binatang Mini Kota Probolinggo yang relatif stagnan meski libur panjang Lebaran 2019 lalu, salah satunya disebabkan karena minimnya koleksi satwa. Hal itu rupanya menjadi evaluasi pengelola.

Minimnya koleksi satwa yang ada di kebun binatang yang juga disebut Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) ini, membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo sebagai pengelola akan menambah koleksi satwa di tahun ini.

Baca Juga: Panaskan Mesin Politik, Lima PAC PDIP Kota Probolinggo Resmi Dilantik

Kepala BLH Kota Probolinggo, Budi Krisyanto mengatakan, untuk tahun ini, akan ada penambahan satwa berupa dua Harimau Benggala. Dua satwa itu akan didatangkan dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Semarang Jawa Tengah.

Baca juga:  Libur Lebaran 2019, Kebun Binatang Mini Probolinggo Sepi Pengunjung

"Tim BKSDA Semarang sudah melakukan konservasi, termasuk kelayakan kandang. Hasilnya semuanya memenuhi," kata Budi, Senin (10/9/2019).

Baca Juga: Antisipasi Perundungan, SMPN 5 Probolinggo Perketat Pengawasan Lewat CCTV

Budi menjelaskan bila kebun binatang mini yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo itu merupakan hibah dari BKSDA Semarang.

"Dua eko Harimau Benggala itu akan bisa dikembangbiakkan di TWSL Kota Probolinggo. Kami tinggal menunggu penyerahannya saja," tegasnya.

Baca Juga: Dihujani 12 Catatan Kritis, Begini Jawaban Pemkot Probolinggo Soal Raperda PKL

Selain itu, Budi mengaku dalam jangka panjangnya, TWSL bakal dilakukan perluasan sekitar empat hektar ke sisi utara.

"Master plannya sudah dipersiapakan, sehingga TWSL Kota Probolinggo bisa lebih luas lagi," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.