Kamis, 18 Jun 2026 01:10 WIB

Balita Tercemplung Air Mendidih Dioperasi, Orang Tua Tak Punya Biaya

Kedua orang tua balita di Ponorogo yang tercemplung panci berisi air mendidih
Kedua orang tua balita di Ponorogo yang tercemplung panci berisi air mendidih

jatimnow.com - Meski bersyukur anak keduanya kini ditangani intensif di RSUD dr Harjono, Ponorogo, tapi kedua orang tua balita berumur 17 bulan yang tercemplung panci berisi air mendidih masih gusar.

Balita bernama Arif Nur Hasan itu merupakan anak dari pasangan suami istri Misdi (52) dan Sulatih (31), warga asal Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Misdi mengaku bahwa dirinya sempat berpikir panjang untuk mengoperasikan anak keduanya itu ke RSUD dr Harjono. Sebab, dirinya hanya buruh tani yang tidak memiliki cukup uang untuk membiayai operasi anaknya tersebut.

"Jujur saya memang tidak mempunyai uang lebih untuk operasi anak saya. Makan saja susah," kata Misdi kepada wartawan di RSUD dr Harjono, Kamis (30/5/2019).

Baca juga:  Tragis, Balita di Ponorogo Tercemplung Panci Berisi Air Mendidih

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Apalagi, Misdi juga mengaku tidak mempunyai BPJS kesehatan dari pemerintah.

"Ya bingung mbak. Nggak punya BPJS kesehatan," tambahnya.

Sedangkan Sulatih, istri Misdi juga mengaku hanya bisa pasrah dan menunggu bantuan dari pihak yang bersedia memberikan pertolongan biaya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Saya pasrah dan berdoa agar anak saya pulih. Semoga ada bantuan," sambungnya.

Balita itu tercemplung panci berisi air mendidih pada Selasa (28/5/2019). Dengan luka melepuh di sekujur tubuhnya, sang balita dibawa orang tuanya ke bidan setempat. Keesokan harinya, baru si balita dibawa ke RSUD dr Harjono dan langsung dioperasi hingga mendapat perawatan intensif.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.