Senin, 15 Jun 2026 23:37 WIB

Tragis, Balita di Ponorogo Tercemplung Panci Berisi Air Mendidih

Balita yang tercemplung panci berisi air mendidih dirawat di RSUD dr Harjono., Ponorogo
Balita yang tercemplung panci berisi air mendidih dirawat di RSUD dr Harjono., Ponorogo

jatimnow.com - Seorang balita yang masih berumur 17 bulan harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr Harjono, Ponorogo. Betapa tidak, balita bernama Arif Nur Hasan itu tercemplung panci berisi air mendidih.

Balita itu merupakan anak kedua dari pasangan suami istri Misdi (52) dan Sulatih (31), warga asal Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo. Balita itu saat ini dirawat di ruang isolasi Delima RSUD dr Harjono, Kamis (30/5/2019).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Ini selesai operasi, tapi anaknya masih lemas," kata Misdi kepada wartawan.

Misdi menceritakan, peristiwa itu menimpa anaknya dua hari lalu menjelang waktu berbuka puasa. Saat itu, Sulatih istrinya sedang memasak air hingga mendidih di atas tungku.

Saat itu, anak keduanya tersebut bermain di dekat air yang mendidih. Meski di dekat anaknya, Misdi dalam posisi membelakangi. Sedangkan sang istri berada di depan rumah.

"Begitu suara klontang, saya langsung membalikkan badan. Anak saya sudah berada di dalam panci yang isinya air mendidih," jelasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Menurut Misdi, seketika itu, dirinya sudah langsung mengambil buah hati dari panci. Namun, kulit anaknya langsung melepuh karena terkena air panas. Sang balita terluka di sekujur tubuh.

"Saat itu langsung saya bawa anak saya ke bidan dekat rumah, tapi hanya diberi salep," ungkapnya.

Setelah mendapat perawatan awal, Misdi akhirnya membawa anaknya ke RSUD dr Harjono untuk mendapat perawatan yang lebih baik.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Yang penting anak saya sembuh. Untuk biaya, difikir nanti saja," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.