Selasa, 16 Jun 2026 18:17 WIB

Prabowo-Sandi Ajukan Gugatan ke MK, TKD Jatim: Tuntutan Tidak Rasional

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Minggu, 26 Mei 2019 21:23 WIB
Tasyakuran dan Buka Bersama Terpilihnya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin
Tasyakuran dan Buka Bersama Terpilihnya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin

jatimnow.com - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin menilai, tuntutan yang tercantum dalam gugatan hukum kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi (MK) tidak rasional.

"Tuntutannya sangat tidak rasional, tidak realistis," kata Ketua TKD Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin di sela acara Tasyakuran dan Buka Bersama atas Terpilihnya Presiden Republik Indonesia 2019-2024 Ir Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di Hotel Wyndham, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Minggu (26/5/2019).

Baca Juga: TKD Tak Rekom Emil Dampingi Khofifah di Pilgub Jatim 2024, Tapi...

Tujuh tuntutan dari kubu Prabowo-Sandi yakni, pertama, Mengabulkan permohonan pemohon seluruhnya. Kedua, menyatakan batal dan tidak sah keputusan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara. Ketiga, menyatakan ada pelanggaran dan kecurangan pemilu secara terstruktur, sistematis dan masif.

Keempat, Membatalkan atau mendiskualifikasi pasangan calon presiden 01 (Jokowi-KH Ma'ruf Amin). Kelima, Menetapkan pasangan calon 02 (Prabowo-Sandi) sebagai Presiden-Wakil Presiden 2019-2024.

Keenam, Memerintahkan KPU untuk mengeluarkan surat keputusan penetapan Prabowo-Sandi sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024. Ketujuh, memerintahkan pemilihan ulang seluruh Indonesia.

"Ini tidak rasional. Harusnya mereka dapat menunjukkan bukti-bukti yang akurat. Ini tidak ada bukti pelanggaran karena memang nggak ada pelanggaran. Itu mereka bilang curang hanya untuk framing narasi saja, tidak berbasis fakta," ujarnya.

"Itu realita yang harus kita hadapi bersama. InsyaAllah pasti Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024," imbuhnya.

Mantan Kapolda Jawa Timur ini menambahkan, selisih suara antara pasangan calon nomor 01 dan 02 sangat signifikan yakni mencapai 16,9 juta suara.

"Secara nasional selisihnya 16,9 juta suara. Alhamdulillah di Jawa Timur, selisihnya sangat jauh, 7,9 juta suara," tuturnya.

Machfud memberikan contoh pemilu di Australia. Dimana, pemimpin Partai Buruh Bill Shorten langsung mengucapkan selamat kepada kompetitornya yaitu, Perdana Menteri Scott Morrison yang memimpin Partai Koalisi Nasional Liberal. Meski, hasil itu berdasarkan hitung cepat.

Baca Juga: Prabowo-Gibran Menang 1 Putaran, Khofifah: Cukup Doakan Saja

"Bahkan, Bill Shorten menelepon Scott Morrison, mendoakan agar pemenang Pemilu di Australia itu bisa sukses melayani rakyat. Sedangkan di sini sebagian elite kubu sebelah malah memprovokasi rakyat. Ini memberikan pembelajaran yang baik bagi generasi penerusnya," jelasnya.

Berbeda apa yang dilakukan kubu 02 di Pemilu Presiden Republik Indonesia 2019. Mereka menggugat dan menuntut ke MK, yang mana tuntutannya dinilai tidak realistis atau tidak rasional.

"Mereka minta Pak Jokowi didiskualifikasi itu dasarnya apa? Juga meminta Pemilu ulang, itu menjadi preseden yang tidak arif. Itu mengajarkan ke generasi muda sebuah sikap yang tak berani mengakui kekalahan," tegasnya.

Meski menilai tidak realistis secara substansi hukum, Machfud mengapresiasi langkah yang diambil kubu Prabowo-Sandi.

"Langkah konstitusional jauh lebih baik daripada demonstasi provokatif yang bikin rusuh seperti beberapa waktu lalu di Jakarta," ujar Machfud.

Dalam rekapitulasi akhir, KPU mengumumkan pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 80.871.853 suara (55,33 persen) dan Prabowo-Sandi memperoleh 65.286.673 suara (44.67 persen).

Baca Juga: Rekapitulasi Pilpres 2024 Rampung, Khofifah Ajak Warga Jatim Lakukan Ini

Di Jawa Timur, Jokowi meraup 16,23 juta suara (65,7 persen), dibanding Prabowo 8,44 juta suara 9 (34,3 persen). Selisih suara 01 dan 02 di Jatim sebesar 7,79 juta.

"Alhamdulillah, Jatim menang tebal berkat kerja nyata Pak Jokowi yang telah dirasakan rakyat, dan gerak semua komponen pendukung 01," jelasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.