Selasa, 16 Jun 2026 23:57 WIB

Simpan Bahan Peledak 19 Kg, Tiga Warga Probolinggo Ditangkap

19 Kg bahan peledak yang disita dari tiga warga di Probolinggo
19 Kg bahan peledak yang disita dari tiga warga di Probolinggo

jatimnow.com - Tiga warga Desa Wangkal, Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo harus berurusan dengan polisi setelah kedapatan menyimpan 19 kilogram bahan peledak berikut peralatannya.

Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto mengatakan, bahan peledak berikut alat-alatnya tersebut disiapkan untuk memproduksi petasan atau mercon yang akan dijual ke para pembeli.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Dari tiga pelaku, yaitu Syamsudin (53), Subairi (39) dan Hasan Basri (38), Satreskrim Polres Probolinggo menyita bahan peledak berupa mesiu sebanyak 19 kilogram. Disita pula sejumlah petasan kosong yang masih belum diisi dengan bubuk mesiu.

Petasan kosong yang masih belum diisi bubuk mesiuPetasan kosong yang masih belum diisi bubuk mesiu

Baca Juga: Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

"Ketiga pelaku sudah kami amankan dan masih terus kami periksa," kata Riyanto, Minggu (26/5/2019).

Ketiga pelaku diamankan oleh Riyanto dan timnya pada Jum'at dan Sabtu (24-25/5/2019) di rumah masing-masing yaitu di Desa Wangkal, Kecamatan Gading.
"Kami melakukan penangkapan setelah mendapat laporan warga," tambah Riyanto.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

Ketiga pelaku saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat No. 12 tahun 1951 tentang tindak pidana tanpa hak membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.