Selasa, 09 Jun 2026 06:58 WIB

Menengok Toleransi Umat Budha dan Islam di Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 19 Mei 2019 15:59 WIB
Perayaan Waisak di Dusun Sodong Ponorogo
Perayaan Waisak di Dusun Sodong Ponorogo

jatimnow.com - Salah satu dusun yang terletak di Ponorogo memberikan contoh wujud toleransi tinggi antar umat beragama.

Dari 482 orang penduduk di Dusun Sodong, Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo, 143 orang beragama Budha dan sisanya beragama Islam. Di dusun yang berjuluk Kampung Buddha tersebut terdapat Vihara Dharma Dwipa Suwandi.

Baca Juga: Bikkhu Buddha di Tulungagung Gelar Tradisi Pindapata Jelang Waisak

Ketua Vihara Dharma Dwipa, Suwandi Cittapanno, (45) mengatakan kerukunan antar umat beragama telah dijaga masyarakat desa sejak tahun 1950. Tahun itu adalah pertama kali agama Budha masuk ke Dusun Sodong.

"Bahkan pembangunan vihara juga dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat di tahun 1969," katanya, Minggu (19/5/2019).

Kerukunan beragama terus dipertahankan termasuk dalam perayaan Waisak kali ini. Meski berbeda agama, masyarakat di kawasan ini memiliki rasa toleransi yang tinggi.

"Kami ingin terus menjaga kerukunan, jangan sampai ada orang yang merusak kerukunan antar umat kami. Untuk tahun ini sama seperti tahun kemarin, kami menunda anjangsana (silaturahmi,red). Kami tunda sampai Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.

Menurutnya, perayaan Waisak ditunda karena menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Sebab, saat anjangsana biasanya pihak tuan rumah menghidangkan aneka makanan. Dan dirinya mengaku tidak nyaman jika harus bertamu namun tuan rumah sedang berpuasa.

"Kalau anjangsana harus semua. Misalnya saya datang ke si A yang pemeluk Budha, tapi saya nggak anjangsana ke si B yang beragama Islam. Kan nggak enak. Jadi mending nunggu lebaran sekalian, jadi bisa merayakan bersama-sama," terangnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Saat perayaan Waisak seperti saat ini, di Vihara Dharma Dwipa terlihat Budha Rupang lengkap dengan persiapannya. Pesan Waisak yang diambil dalam perayaan tahun ini adalah mencintai kehidupan berbudaya penjaga persatuan.

Ritual detik-detik Waisak yang jatuh tepat pukul 04.11 Wib, Minggu (19/5). Mulai dari perenungan, pembacaan pesan-pesan Waisak hingga meditasi selama satu jam. Berlanjut dengan sungkeman kepada sesepuh dan kedua orang tua. Terakhir dilanjutkan dengan pelepasan satwa, ikan.

Maknanya semua makhluk hidup supaya hidup bebas bisa hidup sesuai dengan alamnya tanpa adanya kekangan. Pihaknya ingin menunjukkan cinta kasih tanpa membeda-bedakan makhluk hidup sesuai dengan intisari ajaran Budha.

"Ini bentuk cinta kasih kepada universal," ujarnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Suwandi mengingatkan jika dalam pelaksanaan sembahyang yang dilakukan oleh umat Budha bukanlah menyembah patung. Melainkan sebagai simbol atau media untuk pemusatan pikiran dan perenungan.

"Kadang banyak yang salah kaprah, jadi disini kami luruskan patung sebagai simbol atau media untuk beribadah bukan menyembah patung," tukasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.