Sabtu, 20 Jun 2026 22:24 WIB

Ponpes di Kediri ini Manfaatkan Tenaga Surya Penuhi Kebutuhan Listrik

Santri Ponpes Wali Barokah Kota Kediri bersihkan panel surya
Santri Ponpes Wali Barokah Kota Kediri bersihkan panel surya

jatimnow.com - Pondok Pesantren Wali Barokah di Kota Kediri memanfaatkan sumber energi alternatif dari tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari hari. Mereka memasang ratusan panel surya di atap bangunan untuk menghasilkan listrik.

Pimpinan Pesantren Wali Barokah Kediri, KH Soenarto mengemukakan ide awal pemanfaatan tenaga surya karena kebutuhan listrik di pondok tidak terpenuhi sepanjang tahun.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

"Kami berusaha mencari tenaga alternatif dan dari kajian kami bersyukur dianugerahi Allah sinar matahari. Jadi, kami manfaatkan pembangkit listrik tenaga surya," ujarnya, Sabtu (18/5/2019).

Dengan sumber energi terbarukan ini, pesantren sekaligus mempunyai kemandirian dalam hal menutupi kebutuhan listrik. Pesantren ini juga ingin berkontribusi lebih banyak, bukan hanya menjadikan santri mubalig, tapi dari sisi lain bisa berkontribusi pada nusa dan bangsa.

Selain itu penggunaannya juga mengurangi dampak negatif dari pemanasan global, dan mampu menghemat pembayaran listrik hingga 60 persen.

"Biasanya kami setiap bulan membayar hingga Rp 150 juta, namun kini kami bisa menghemat hingga 60 persen per bulannya," imbuhnya.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Lead Enginer Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Harisworo mengatakan sebelum direncanakan membangun panel ini, pihaknya sudah melakukan survei sejak November 2017. Dalam survei ini mereka juga meminta bantuan NASA untuk mengirimkan data terkait dengan cuaca, sehingga diputuskan membuat PLTS.

"Akhirnya kami mendapatkan data terkait lintasan matahari dan tingkat kecerahan yang cukup untuk PLTS," katanya.

Untuk panel surya dipilih yang premium grade buatan Kanada. Bentangan solar dari barat hingga timur adalah sepanjang 41 meter dan dari utara ke selatan hingga 40 meter. Dengan bentangan itu mampu menghasilkan lebih dari 1 juta Watt Peak (WP). Saat ini baru bisa menghasilkan atau 220 ribu watt. Pembangunan PLTS ini menelan biaya hingga Rp 10 Miliar.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

"Garansinya 25 tahun. Kami memanfaatkan 40 baterai yang digunakan selama 24 jam. Nanti kemampuan kami tambah dengan menambah baterai. Sesuai arahan pimpinan bisa 1 megawatt, sekarang baru 220 ribu," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.