Rabu, 22 Jul 2026 11:37 WIB

Tokoh Agama di Bangkalan Tolak People Power

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Selasa, 14 Mei 2019 12:28 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangkalan, KH Syarifudin Damanhuri
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangkalan, KH Syarifudin Damanhuri

jatimnow.com - Wacana adanya gerakan people power di wilayah Bangkalan, Madura, terkait Pemilu 2019 mendapat penolakan dari tokoh agama.

"Saya menyatakan dengan tegas, menolak dan tidak setuju adanya people power atau pengerahan massa terkait hasil Pemilu 2019," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangkalan, KH Syarifudin Damanhuri, Selasa (14/5/2019).

Baca Juga: Film Foufo Angkat Talenta Surabaya dan Madura, Tayang 9 Juli

Ia menegaskan, people power sangat tidak sesuai dengan azas demokrasi yang dianut di Indonesia.

"Dimana hal tersebut (people power) sangat tidak sesuai dengan azas demokrasi yang kita anut," ujarnya.

KH Syarifudin mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menahan diri agar tidak terpengaruh dengan ajakan people power.

"Tunggu proses rekapitulasi dari KPU sampai selesai. Dan hormati hasil keputusan dari KPU," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bangkalan KH Zainal Abidin juga menolak people power, karena dinilai tidak sesuai dengan Pancasila.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

"Itu tidak sesuai dengan Pancasila," ujar KH Zainal Abidin.

Ia juga meminta masyarakat tetap tenang. "Apa pun keputusannya adalah keputusan bersama-sama sesuai aturan dan perundang-undangan," tuturnya.

Ketua Majelis Jemaat GPIB Kamal Pendeta Andreana juga tegas menolak adanya people power sehubungan dengan hasil Pemilu 2019.

Baca Juga: Gus Lilur Deklarasikan Panca Ampera: Stop Kriminalisasi Pengusaha Rokok Rakyat

Menurutnya, people power melawan undang-undang dan pemerintah yang sah di Indonesia.

"Kita wajib mendukung pemerintah kita, presiden dan wakil presiden bersama aparat TNI dan Polri," kata Pendeta Andreana.

"Siapa pun yang dipilih dan siapa pun pemimpin kita, mereka adalah anak-anak bangsa yang terbaik. Dan kita harus menghormati hasil putusan KPU," jelasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.