Minggu, 07 Jun 2026 06:32 WIB

Tokoh Agama di Bangkalan Tolak People Power

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Selasa, 14 Mei 2019 12:28 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangkalan, KH Syarifudin Damanhuri
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangkalan, KH Syarifudin Damanhuri

jatimnow.com - Wacana adanya gerakan people power di wilayah Bangkalan, Madura, terkait Pemilu 2019 mendapat penolakan dari tokoh agama.

"Saya menyatakan dengan tegas, menolak dan tidak setuju adanya people power atau pengerahan massa terkait hasil Pemilu 2019," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangkalan, KH Syarifudin Damanhuri, Selasa (14/5/2019).

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Ia menegaskan, people power sangat tidak sesuai dengan azas demokrasi yang dianut di Indonesia.

"Dimana hal tersebut (people power) sangat tidak sesuai dengan azas demokrasi yang kita anut," ujarnya.

KH Syarifudin mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menahan diri agar tidak terpengaruh dengan ajakan people power.

"Tunggu proses rekapitulasi dari KPU sampai selesai. Dan hormati hasil keputusan dari KPU," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bangkalan KH Zainal Abidin juga menolak people power, karena dinilai tidak sesuai dengan Pancasila.

Baca Juga: Gus Lilur Deklarasikan Panca Ampera: Stop Kriminalisasi Pengusaha Rokok Rakyat

"Itu tidak sesuai dengan Pancasila," ujar KH Zainal Abidin.

Ia juga meminta masyarakat tetap tenang. "Apa pun keputusannya adalah keputusan bersama-sama sesuai aturan dan perundang-undangan," tuturnya.

Ketua Majelis Jemaat GPIB Kamal Pendeta Andreana juga tegas menolak adanya people power sehubungan dengan hasil Pemilu 2019.

Baca Juga: Sarjana Pertanian Pulang Kampung, Garap Budidaya Pisang di Tambelangan

Menurutnya, people power melawan undang-undang dan pemerintah yang sah di Indonesia.

"Kita wajib mendukung pemerintah kita, presiden dan wakil presiden bersama aparat TNI dan Polri," kata Pendeta Andreana.

"Siapa pun yang dipilih dan siapa pun pemimpin kita, mereka adalah anak-anak bangsa yang terbaik. Dan kita harus menghormati hasil putusan KPU," jelasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.