Senin, 15 Jun 2026 13:20 WIB

Bantu Warga Miskin, Kades Bringinan Ciptakan Kartu Bringinan Sehat

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 10 Apr 2018 20:18 WIB
warga mendapatkan kartu Bringinan Sehat
warga mendapatkan kartu Bringinan Sehat

jatimnow.com - Tidak meratanya Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo membuat Kepala Desa (Kades) Bringinan, Barno, membuat Kartu Bringinan Sehat.

Pantauan jatimnow.com di lokasi, ratusan warga berusia senja berduyung-duyung datang ke Kantor Desa Bringinan. Mereka duduk teratur kemudian satu per satu dipanggil untuk diperiksa.

Meja pertama, bagi warga yang dipanggil diperiksa berat badannya kemudian tekanan darah. Tidak sampai disitu, juga ada konsultasi dengan dokter dari Puskesmas Jambon.

Jika pasien mengeluhkan asam urat, akan ada cek asam urat gratis. Pun jika mengeluhkan gula darah maupun kolestrol juga akan ada cek lanjutan.

Terakhir, ratusan warga tersebut jika mengeluh sakit akan diberikan obat. Semua gratis menggunakan Kartu Bringinan Sehat. Ya, kartu semacam KIS yang dikeluarkan oleh pemerintahan Presiden Jokowi.

"Saya terus terang saja. Dari 444 KK, yang dapat KIS hanya 83 KK. Banyak warga yang protes dan tidak mampu mengadu," kata Barno kepada jatimnow.com, Selasa (10/4/2018).

Sehingga, pihak desa mengambil keputusan membuat Kartu Bringinan Sehat. Namun, tetap berbeda dengan KIS. "Jika KIS bisa langsung akses ke rumah sakit. Bisa digunakan di rumah sakit. Jika kartu Bringinan Sehat cukup di puskesmas," katanya.

Namun, kartu tersebut, hanya bisa digunakan untuk cek tekanan darah, cek gula darah, cek asam urat, cek kolesterol. Selebihnya untuk pengobatan lanjutan tetap menggunakan biaya pribadi.

"Kartu Bringinan Sehat kami ambilkan dari Dana Desa sebesar Rp 86 juta. Karena sesuai amanat undang-undang bisa diambilkan untuk kesehatan sebesar 10 persen," urainya.

Ia menjelaskan, KIS sudah mulai diluncurkan tahun lalu. Ada 125 kartu dibagikan tahun lalu. Dan tahun 2018 ini ada 210 kartu dibagikan.

"Bagi yang tidak punya KIS kami ikutan Kartu Bringinan Sehat. Tidak ada kaya atau miskin. Di Bringinan semua sama. Kehidupannya rata-rata," katanya

Sementara, salah satu warga Desa Bringinan yang mendapat kartu Bringinan Sehat, Mbah Bairon, mengatakan senang bisa berobat. Apalagi umurnya yang tidak lagi muda, kadang batuk menyerang.

"Kan saya gak dapat KIS. Jadi kalau mau berobat itu takut bayar. Tapi ini senang dapat kartu Bringinan Sehat," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.