Minggu, 07 Jun 2026 05:04 WIB

Ini Dia Kue Kopyor Roti, Menu Buka Puasa Khas Banyuwangi

Kue Kopyor Roti khas Banyuwangi
Kue Kopyor Roti khas Banyuwangi

jatimnow.com - Banyuwangi memiliki sederat makanan khas yang pas disajikan di bulan ramadan. Namun, ada salah satu makanan khas, yaitu Kue Kopyor Roti.

Kopyor Roti terbuat dari roti tawar dipadu bihun yang disiram dengan santan kelapa dan dibungkus daun pisang. Rasanya yang manis, membuat kue ini biasa menjadi santapan takjil saat waktu berbuka puasa telah tiba.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Sepanjang bulan puasa, kue ini sangat mudah ditemukan di antara pedagang makanan. Maklum saja, kue ini menjadi salah satu jajanan takjil yang banyak diburu warga Banyuwangi. Biasanya dijual saat siang hingga sore hari menjelang buka puasa.

Salah satu pembuat kuliner ini adalah Inayatun Robaniah (47). Ditemui di rumah produksinya di kawasan Singomayan, Kecamatan Banyuwangi, Inayatun terlihat sibuk membuat kopyor roti. Dia mengaku selalu menjual kopyor roti selama bulan puasa.

Kue Kopyor Roti, menu berbuka puasa khas BanyuwangiKue Kopyor Roti, menu berbuka puasa khas Banyuwangi

"Saya jualan kopyor roti ini sudah hampir sepuluh tahun. Awalnya, saya diajarin tetangga pembuat kue ini yang sudah puluhan tahun. Dia menyarankan saya untuk menjual ini, akhirnya saya coba. Hingga kini tiap ramadan saya membuat kue ini," kata Ina, Jumat (10/5/2019).

Setiap hari, Ina menghabiskan santan dari 15 kelapa yang bisa menjadi 250 bungkus kopyor. Cara membuatnya, daun pisang sebagai pembungkus diisi dengan air tawar, bihun, nangka dan santan yang dipanaskan. Bungkusan tersebut lalu dikukus selama 15 menit.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Kue-kue yang matang ini lalu diambil pedagang lain untuk dijajakan keliling. Ada sekitar 10 orang yang menjajakan. Lebih cepat habisnya kalau dijajakan keliling daripada nitip dijual ke orang. Biasanya diambil pukul 14.00 Wib, sebelum jam lima sore sudah habis," ujarnya.

Kopyor roti buatan Ina memang menjadi salah satu favorit jajanan tradisional yang diburu warga. Selain hanya dijual seharga Rp 2 ribu per bungkus, rasa kopyornya juga nikmat. Manis dan gurih santannya terasa sangat pas. Ina mencampur kopyornya dengan nangka, sehingga rasa manisnya terasa legit.

Inayatun Robaniah, 10 tahun membuat Kue Kopyor RotiInayatun Robaniah, 10 tahun membuat Kue Kopyor Roti

"Untuk membuat kue ini saya hanya dibantu kakak saya setiap harinya. Selain jual Kopyor Roti, saya juga membuat kue mentuk khas Banyuwangi juga," jelas Ina.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi, kue Kopyor Roti ini bisa didapatkan di pedagang takjil yang banyak ditemukan di kota. Terutama di Festival Ramadan di kawasan Gesibu, yang merupakan pusat jajanan takjil selama bulan Ramadan ini. Selain Kopyor Roti, di Festival Ramadan ini juga banyak ditemukan jajanan dan makanan khas Banyuwangi yang lain.

Ina mengaku mendapat berkah berjualan Kopyor Roti setiap bulan puasa ini. Hasil penjualan kopyor selama satu bulan, kata dia, melebihi pendapatan bulanannya dari hasil menjual gorengan. Sehari-harinya, Ina adalah penjual gorengan.

"Hasilnya lebih banyak jual kopyor dibanding gorengan. Mungkin warga Banyuwangi memang menanti kopyor yang ada saat ramadan saja, makanya permintaan tinggi. Lumayan untuk nambah modal usaha dagangan kue saya tiap tahunnya," tandas Ina.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.