Jumat, 12 Jun 2026 04:40 WIB

Kembangkan Daerah, Banyuwangi Gandeng Forum Masyarakat Statistik

  • Penulis :
  • | Selasa, 10 Apr 2018 19:26 WIB
Pembukaan lokakarya Forum Masyarakat Statistik (FMS) di Banyuwangi.
Pembukaan lokakarya Forum Masyarakat Statistik (FMS) di Banyuwangi.

jatimnow.com– Pemkab Banyuwangi memperkuat kolaborasi dengan ahli dan pelaku statistik untuk menjalankan program pembangunan. Data statistik yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan.

”Karena tanpa data, pasti programnya keliru. Keberadaan Forum Masyarakat Statistik bisa meningkatkan kualitas data statistik yang akan berkorelasi ke pengembangan daerah,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka lokakarya Forum Masyarakat Statistik (FMS) di Banyuwangi, Selasa (10/4).

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

FMS adalah lembaga yang terdiri atas unsur pemerintah, praktisi, dan pakar yang bertugas memberi pertimbangan berbagai aspek statistik kepada BPS.

Acara tersebut dihadiri Ketua FMS Prof Bustanul Arifin, Sekretaris Utama BPS Adi Lumaksono, Guru Besar IPB D.S Priyarsono, Deputi Ekonomi Bappenas Leonard Tampubolon, dan Kepala BPS se-Jatim.

Anas mengatakan, Banyuwangi memanfaatkan data untuk mengatasi kemiskinan secara terfokus dan detil sesuai karakteristik kemiskinan di masing-masing kawasan.

“Karena setiap kecamatan berbeda-beda penduduk dan kulturnya, jadi obatnya juga beda. Nah itu kita tahunya dari BPS. Maka benar sekali bahwa data itu mencerdaskan bangsa. Kita cari modal pembangunan itu ya dari data statistik,” ujar Anas.

Banyuwangi juga menyusun data digital melalui aplikasi Jalin Kasih yang berisi data penduduk miskin berbasis geospasial dengan permasalahan kemiskinannya masing-masing.

“Kami memvalidasi data statistik lalu membuatnya jadi data digital. Dengan begini semua orang bisa mengakses data warga miskin dan ikut membantu mengentaskannya lewat program-program seperti donasi makanan bergizi, beasiswa, bedah rumah dan sebagainya,” ujar Anas.

Angka kemiskinan Banyuwangi sendiri terus menurun hingga level 8,64 persen pada 2016, di bawah rata-rata Provinsi Jatim yang masih di atas 11 persen.

Baca Juga: BI Kediri Optimis Ekonomi Jawa Timur Lebih Baik di Tahun 2026

Sekretaris Utama BPS Adi Lumaksono mengatakan, Banyuwangi adalah salah satu daerah di Indonesia yang paling banyak memanfaatkan data.

“Data berfungsi sebagai informasi yang menjadi dasar dalam mengambil keputusan. Ibaratnya kalau orang mengambil keputusan tanpa data bagaikan jalan di kegelapan. Dengan data baik rencana maupun hasil kebijakan lebih terukur,” kata Adi.

Selama ini, Banyuwangi menilai obyektif terhadap data yang dihasilkan BPS. Datanya buruk atau baik tidak ada intervensi atas hasil tersebut.

“Justru kalau ada hasil kurang menyenangkan, misalnya di satu kecamatan angka kemiskinannya tinggi, itu menjadi dasar perbaikan,” cetusnya.

Baca Juga: Survei Konsumen BI Kediri: Keyakinan Terhadap Kondisi Ekonomi Menguat

Ketua FMS Prof Bustanul Arifin mengatakan, lokakarya FMS digelar di Banyuwangi sebagai apresiasi atas perkembangan daerah tersebut.

“Banyuwangi juga sentra produksi beras sampai surplus. Ini selaras dengan tema yang kita angkat tentang pembenahan statistik data produksi beras,” ujarnya.

 

Penulis/Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.