Senin, 15 Jun 2026 07:21 WIB

Pemuda Penjual Roti di Grahadi, Hidupi Orang Tua dan Adiknya

Indra penjual roti di samping Gedung Grahadi sedang menjajakan dagangannya.
Indra penjual roti di samping Gedung Grahadi sedang menjajakan dagangannya.

jatimnow.com - Indra sedang mengalami cobaan dalam hidupnya. Seorang remaja berusia 21 tahun ini bercerita sedang menjual roti bakar yang ia buat sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Selain itu juga membantu orang tua dan adiknya dirumah. Ia berjalan kaki dari rumahnya yang berada di kawasan Lawang Seketeng menuju kawasan-kawasan yang menurutnya ramai orang melintas.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

Siang hari ia mulai melangkahkan kakinya dari rumahnya untuk menjajakan jualannya tersebut.

"Saya jalan kaki dari rumah ke tempat-tempat yang ramai orang dilewati orang untuk berjualan roti bakar ini" kata Indra ditemui jatimnow.com saat berjualan di Jalan Gubernur Suryo, Senin (9/4/2018).

Baca juga: Bantu Keluarga, Pemuda Ini Jajakan Roti di Samping Gedung Grahadi

Indra menceritakan alasan berjualan roti tersebut karena berbagai alasan, yaitu karena ingin membantu orang tua dan adiknya, serta tidak ingin bergantung kepada orang tuanya yang sudah tua dan tidak bekerja.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Saya ingin membantu orang tua dan adik saya dirumah, nggak bergantung sama mereka karena sudah tua, adik juga masih sekolah sekarang lagi ujian," kata Indra.

Dalam sehari, Indra hanya mendapatkan Rp 40 ribu, dan dari hasil tersebut ia pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan modalnya untuk berjualan lagi esok hari.

Indra juga mengatakan daripada mengemis, mending ia berjualan walaupun harus berjalan kaki sangat jauh apapun akan dilakukan demi membantu ekonomi keluarganya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Meskipun hasilnya tidak banyak, saya bersyukur masih bisa membantu orang tua saya dirumah dan tidak membebani mereka, daripada harus mengemis di jalanan," pungkasnya.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.