Senin, 15 Jun 2026 23:02 WIB

Kasihan...Bencana Tanah Gerak Memaksa Pengungsi Tidur Berdesakan

Kondisi warga saat berada di pengungsian
Kondisi warga saat berada di pengungsian

jatimnow.com - Bencana tanah gerak di Desa Senepo dan Desa Slahung, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, kian mengkhawatirkan.

Apalagi jika hujan turun, pasti muncul bunyi gemuruh yang kian membuat takut warga.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Karena kondisi tersebut, mau tidak mau mereka harus rela tidur berdesakan dengan sesama pengungsi lain.

Mereka sadar hal itu lebih baik daripada tidur di rumahnya sendiri yang berada pada lingkaran garis tanah gerak.

Selain berbagi tempat tidur, para pengungsi juga terpaksa berbagi fasilitas lain. Salah satunya dapur umum yang hingga saat ini masih menggunakan milik Winarto.

"Masaknya jadi satu di sini, ibu-ibu gantian jadwalnya masak,’’ ujar Winarto.

Sampai saat ini memang belum ada tempat khusus dapur umum yang di bangun pemkab untuk para pengungsi. Winarto mengaku hanya mendapat bantuan logisik berupa bahan makanan maupun peralatan makan dan minum.

Sisanya mereka menggunakan peralatan sendiri. Kendati harus berbagi tempat tinggal dengan puluhan warga lain, Winarto mengaku tak masalah.

"Selama ini tidak ada masalah, semuanya sudah cukup,’’ sebutnya.

Hanya saja, yang warga harapkan saat ini mengenai kepastian kondisi di wilayah yang terdampak bencana tanah gerak tersebut.

Sebab, bagi warga mengungsi bukan menjadi persoalan. Namun yang mereka resahkan saat ini karena sudah berdampak pada kehidupan ekonomi warga.

Mereka mengaku takut untuk pergi ke ladang atau hutan untuk bekerja lantaran belum ada kejelasan mengenai kondisi pergerakan tanah tersebut.

"Katanya mau ada kajian, tapi sampai sekarang belum. Yang diharapkan warga sekarang itu (kajian) sebenarnya,’’ ungkapnya.

Selepas petang warga dipastikan berduyun-duyun mendatangi tempat pengungsian. Di antara mereka ada yang membawa selimut dan bantal.

Untuk aktifitas selama malam hari, warga lebih banyak menghabiskan waktu melihat televisi atau bercengkerama dengan sesama pengungsi lain.

Baca Juga: PMI Surabaya Galang Donasi Kemanusiaan lewat Bulan Dana 2026

Kondisi berbeda dialami sekitar 29 warga yang mengungsi di tenda oval BNPB tepatnya di Dukuh Jeruk, Dusun Genuk, Senepo. Mereka bukan hanya harus tidur bareng di bawah atap terpal tebal tenda.

Setiawan mengaku tempat tinggalnya tidak masuk dalam lingkaran tanah gerak, tapi juga ikut terancam lantaran lokasinya berada di bawah wilayah tanah gerak.

Berbeda dengan tempat pengungsian di Dukuh Salam, tempat Setiawan mengungsi tidak ada fasilitas lain kecuali tenda dan lampu. Pukul 20.00 wib  mereka sudah banyak yang tidur.

"Kalau malam ya sudah berkumpul di sini semua. Sebelum tidur hanya hanya bisa ngobrol dan bercanda saja,’’ ungkapnya.

Sebenarnya, selain di Salam dan Jeruk ada satu titik pengungsian lain yakni di Dukuh Mbolo, Dusun Kowang, Senepo yang terdapat sekitar 54 jiwa.

Namun, menurut warga untuk pengungsian di dusun tersebut lebih mudah aksesnya. Beda dengan di Salam dan Jeruk, di mana warga yang ingin mencapai lokasi pengungsian harus menempuh jalan terjal sekitar 4,5 kilometer dari jalan raya.

Berikut data pengungsi akibat bencana tanah gerak di Ponorogo:

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

78 jiwa Jumlah pengungsi di Dukuh Salam, Dusun Gembes, Slahung

29 jiwa Jumlah pengungsi di Dukuh Jeruk, Genuk, Senepo

54 jiwa Jumlah pengungsi di Dukuh Mbolo, Kowang, Senepo

12 Maret Pengungsian pertama dilakukan setelah kondisi tanah gerak di Dusun Salam mengalami perkembangan

 

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.