Sabtu, 20 Jun 2026 03:46 WIB

Ma'ruf Amin Soal Kemenangan Paslon 01 di Jatim: Penghargaan Bagi NU

Cawapres 01 KH Ma'ruf Amin dalam acara Silaturahmi Kebangsaan di Kantor PWNU Jatim,  Jalan Masjid Al Akbar Timur No. 9, Surabaya
Cawapres 01 KH Ma'ruf Amin dalam acara Silaturahmi Kebangsaan di Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur No. 9, Surabaya

jatimnow.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 01, KH Ma'ruf Amin menghadiri Silaturahmi Kebangsaan Dari Jawa Timur Merajut Persatuan Indonesia di Surabaya, Minggu (28/4/2019).

Silaturahmi itu digelar di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Jalan Masjid Al Akbar Timur No. 9, Surabaya.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Selain KH Ma'ruf Amin, silaturahmi itu juga dihadiri Rois Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, jajaran Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Iskandar (Gus War) dan pengurus cabang NU se-Jatim.

Dalam sambutannya, KH Ma'ruf Amin menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Nahdlatul Ulama (NU). Sebab kemenangannya Pasangan Calon Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin di Jatim, tidak lepas dari sumbangan suara NU.

"Kememangan 01 ditentukan oleh Jatim. Selain Jateng dan Yogya. Jatim perolehannya cukup besar, selain pada tahun 2014 memperoleh suara 53 persen dan sekarang ini 68 persen. Naiknya tinggi sekali," ujar Ma'ruf Amin.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

Ma'ruf menyebut, dirinya sempat khawatirkan NU tidak utuh, tapi dugaan itu tenyata berbalik karena suara NU di Jatim utuh baik struktural maupun kultural.

"Secara keseluruhan potensi peran NU di Pilpres 2019 luar biasa. Terutama di Jatim," paparnya.

Ma'ruf menambahkan, kemenangan itu juga merupakan penghargaan kepada NU karena yang biasanya ulama hanya diletakkan pada bagian belakang seperti hanya untuk mendoakan atau mengamini, tapi saat ini ditarik ke tingkat nasional.

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

"Saya diajak sebagai pimpinan nasional, artinya NU mendapatkan perhargaan. Biasanya ulama ditaruh di belakang, bagian amin atau bisa dikatakan di hilir saja. Tapi sekarang ditarik di hulu, ini dalam rangka hulunisasi peran ulama. Ini penghargaan tapi juga ujian," urainya.

"Ternyata kita NU memberikan pembuktian bahwa NU kalau diajak memperoleh kemenangan. Walaupun NU diajak tidak diajak, tetap bangsa dan negara. Tapi bagi kita NKRI harga mati," imbuhnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.