Selasa, 16 Jun 2026 22:27 WIB

Viral Siswa Marahi Gurunya di Surabaya, Kadindik: Bukan Kekerasan

Kadindik Kota Surabaya, M Ikhsan (kanan) di Ruang Humas Pemkot Surabaya
Kadindik Kota Surabaya, M Ikhsan (kanan) di Ruang Humas Pemkot Surabaya

jatimnow.com - Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Surabaya, M Ikhsan memastikan bahwa peristiwa siswa sekolah dasar (SD) adu mulut dengan gurunya yang terekam video hingga viral di media sosial Facebook bukan terkait kekerasan siswa kepada gurunya.

Ikhsan menyebut, selain peristiwa itu merupakan kejadian lama, peristiwa itu juga tidak ada hubungannya dengan informasi yang beredar yaitu terkait siswa yang menendang tangan gurunya hingga patah tulang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Tidak ada hubungannya. Video beredar itu tidak ada hubungannya anak yang terlibat insiden menendang gurunya. Itu kejadian terpisah," papar Ikhsan ditemui di Humas Pemkot Surabaya, Rabu (24/4/2019).

Baca juga:  

Namun, lanjut Ikhsan, di tempat yang sama, yaitu SD di wilayah Balongsari, Surabaya, memang pernah terjadi insiden siswa menendang tangan gurunya hingga patah tulang.

"Di sana itu memang ada kejadian kecelakaan guru mengalami patah tulang. Tapi itu konteks yang beda dengan video yang beredar," lanjutnya.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Capture video siswa marahi guru yang beredar

Sementara informasi yang didapat jatimnow.com, peristiwa yang menjadi pemicu siswa itu dipanggil dan direkam kesaksiannya tersebut yaitu karena sang siswa diduga kedapatan merokok saat jam aktif pelajaran.

"Jadi memang pihak keluarga dan sekolah melakukan silaturahim untuk menyelesaikan itu dan permasalahan itu sudah selesai," ungkap Ikhsan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ikhsan juga memastikan bahwa atas peristiwa itu, Dinsik dan DP5A (Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak) Kota Surabaya menerjunkan psikolog untuk melakukan pendampingi ke sekolah tersebut.

"Jadi dalam program kita ini, sekolah didampingi psikolog. Kita siapkan guru pendamping untuk psikolog. Kita punya psikolog di Dispendik dan DP5A. Pendampingan itu rutin untuk mendampingi kepala sekolah, guru serta siswanya," paparnya.

Ikhsan memastikan bahwa siswa yang terlibat pada insiden itu telah selesai dan bisa mengikuti ujian sekolah.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.