Jumat, 12 Jun 2026 21:32 WIB

Di Tangan Napi ini, Stik Es Krim Jadi Miniatur Kapal dan Motor

Petugas Rutan menunjukkan hasil kerajinan tangan Imam
Petugas Rutan menunjukkan hasil kerajinan tangan Imam

jatimnow.com - Jeruji rumah tahanan (rutan) tidak lantas membuat tangan Imam Mujiono ikut terkekang seperti badannya. Pria yang divonis 32 bulan penjara atas kasus pencurian kendaraan bermotor itu, justru memiliki kreativitas tinggi di dalam Rutan Klas IIB Ponorogo.

Di dalam rutan, Imam membuat kerajian tangan dari stik es krim menjadi barang bernilai seni tinggi. Mulai dari miniatur kapal hingga motor berhasil ia ciptakan di tengah keterbatasan. Hasil kreativitas Imam dan warga binaan lainnya itu bahkan diminati para keluarga narapidana yang berkunjung ke rutan.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Kehidupan dalam penjara tak ubahnya sekolah. Dan saya belajar berkreasi di sini. Harus bisa hidup lebih baik," kata Mujiono, Sabtu (20/4/2019).

Mujiono menambahkan, kreativitasnya muncul setelah menerima pelatihan yang digelar Rutan Ponorogo beberapa waktu lalu. Apalagi sebelum tersangkut masalah hukum, ia sudah pernah membuat berbagai kerajinan.

"Alhamdulilah mendapatkan fasilitas dari rutan juga. Stik es krim sebagai bahan dasar membuat miniatur motor, kapal dan macam-macam. Sesuai pesanan," terang Mujiono.

Ia menjelaskan, untuk miniatur motor berukuran 120 sentimeter, bisa dibuatnya dalam waktu lima hari. Untuk membuat kerajinan itu, Imam membutuhkan sedikitnya 3 ribu stik es krim dan 25 lem kayu. Sedangkan alat yang digunakan hanya berupa pisau cutter dan gergaji mini.

Baca Juga: Warga Binaan di Lapas Tulungagung Pelihara Domba, Jumlahnya Capai Ratusan Ekor

Miniatur motor tersebut bisa laku dengan harga Rp 750 ribu. Untuk pembelinya berasal dari keluarga napi yang berkunjung ke rutan tersebut. Sementara untuk miniatur motor yang berukuran lebih kecil biasanya dijual dengan harga Rp 200 ribu.

"Untuk motor kecil biasanya modal saya Rp 80 ribu," tambahnya.

Dari hasil kerajinan itu, Mujiono dan teman-temannya kebanjiran order. Pesanan datang dari daerah setempat hingga Madiun. Namun pesanan terbanyak yaitu kotak tisu yang juga berbahan stik es krim. Untuk satu kotak tisu, ia bandrol dengan harga Rp 20-35 ribu.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Namun, karena keterbatasan bahan, terkadang dia tidak sanggup memenuhi permintaan pesanan. Ditanya apakah ingin menggeluti dunia kerajinan setelah bebas dari rutan, Mujiono belum dapat memastikan. Sebab, ia berkeinginan hijrah ke luar kota.

"Belum dapat menjawab, karena ingin pindah ke luar daerah kalau sudah bebas nanti," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.