Selasa, 16 Jun 2026 18:56 WIB

Coblosan Pemilu 2019 Selesai, RSUD Ponorogo Siap Tampung Caleg Stres

RSUD dr Harjono Ponorogo
RSUD dr Harjono Ponorogo

jatimnow.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo mengaku siap menampung para calon legilatif (caleg) yang gagal dalam pemilihan umum (pemilu) serentak 2019.

"Kami siap menampung bagi caleg yang stres karena kalah dalam pemilu 2019," kata Kabid Pelayanan RSUD dr Hardjono, dr Siti Nurfaidah, Jumat (19/4/2019).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Siti mengaku, psikiater khusus telah disiapkan di RSUD dr Harjono. Namun, tidak ada ruang khusus yang disediakan bagi para caleg yang mengalami tekanan jiwa tersebut.

"Intinya kami siap menampung sesuai kelas pelayanan. Tapi juga perlu disesuaikan dengan kondisi penyakit kejiwaan yang dialami," terangnya.

Menurut Siti, para psikiater nantinya akan mengklasifikasikan penyakit kejiwaan yang dialami caleg sebelum merawat, apakah kategori ringan, sedang atau berat.

"Kalau hanya ringan dan sedang, bisa difasilitasi RSUD dr Harjono. Jika sudah berat nanti perlu isolasi. Itu akan kami rujuk di RSJ terdekat. Misal di RSJ Solo atau RSJ Menur," urainya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Menurut Siti, seseorang yang mengalami stres berat bisa mengamuk dan mengancam keselamatan orang lain. Sedangkan, RSUD dr Harjono belum memiliki pelayanan tersebut.

Lantas seberapa besar peluang caleg mengalami stres? Siti memandang, pemilu tidak ubahnya suatu faktor yang bisa mengganggu kondisi kejiwaan seseorang. Sebab daya tahan tubuh setiap orang berbeda-beda.

"Hubungan interpersonal dengan orang lain salah satunya yang akan terhambat," terangnya.

Baca Juga: PKB Ingatkan Kualitas Caleg, Halim: Pemain Cadangan Siap Gantikan Incumbent

Menurut Siti, penting bagi keluarga untuk mengetahui sedini mungkin kondisi anggota keluarganya yang maju sebagai caleg. Gejala dapat dilihat dari perubahan sikap seperti kebiasaan-kebiasaan yang mulai diabaikan.

"Contohnya kebisaan seseorang kalau pulang itu mandi atau makan lebih dulu. Kalau sampai kebiasaan itu tidak dilakukan, sudah menjadi gejala stres ringan. Maka dari itu keluarga harus waspada dan sebisa mungkin menjaga supaya tidak semakin berat beban stresnya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.